Larang Lagu Berbau Porno, KPID Tiru Kebijakan Orde Baru

Oleh Jatu Raya,

Kebijakan dilarangnya Lagu berbau porno diputar seperti kebijakan Orba yang melarang lagu pop cengeng tahun 1980-an.

BERITA JOGJA – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Jawa Tengah melarang radio atau TV memutar lagu berbau porno diputar. Alasannya, lagu-lagu berbau porno seperti Hamil Duluan (Tuty Wibowo), Maaf Kamu Hamil Duluan (Ageng Kiwil), Pengen Dibolongi (Aan Anisa), dan lain-lain tidak mendidik, bisa membuat orang terpengaruh, dan merusak moral masyarakat.

lagu berbau porno dilarang KPID. (Ilustrasi :Dok vasterasnoje)

lagu berbau porno dilarang KPID. (Ilustrasi :Dok vasterasnoje)

Tazkiyyatul Muthmainah, Kabid Aduan dan Pengawasan Isi Siaran KPID Jateng pun menegaskan kalau seluruh lembaga penyiaran wajib menaati peraturan itu. Soalnya moral masyarakat harus dilindungi.

Nah, sejumlah musisi Jogja mempertanyakan kebijakan ini. Djaduk Ferianto salah satunya. Musisi sekaligus aktor ini menilai bahwa KPID sudah mengebiri sebuah produk kebudayaan yang selama ini diakomodasi. “Perkembangan media sekarang ini cenderung menghasilkan karya seni verbal. Terus saat pelaku seni bikin lagu yang dianggap verbal lalu dinilai porno, pertanyaannya kok langsung menuduh itu porno?” kritik Djaduk.

Kebijakan ini juga aneh. Soalnya seoalah-olah warga masih tinggal di dalam goa dan harus diajarkan mana yang baik mana yang merusak. “Kalau ada yang bilang itu merusak, saya malah curiga mereka itu enggak percaya kalau masyarakat sudah cerdas,” tambahnya.

Kebijakan KPID ini juga mengingatkan kebijakan Harmoko saat menjadi Menteri Penerangan Orde Baru (Orba). Tahun 1980-an, Harmoko tiba-tiba melarang peredaran lagu-lagu cengeng yang sering dinyanyikan di televisi. Pelantun lagu cengeng dan mendayu dilarang tampil karena dianggap bisa mengganggu mental masyarakat jadi generasi bangsa yang cengeng.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar