Tentara Laswi (Dok Istimewa)

Laswi: Tentara Wanita Jogja di Baris Depan Pertempuran

Oleh Maya Eka,

Setelah dibentuk, Laswi beranggotakan gadis-gadis muda, ibu rumah tangga, hingga janda. Laswi dibentuk guna membantu pertempuran

BERITA JOGJA – Laskar Wanita Indonesia (Laswi) adalah barisan tentara wanita yang dibentuk pada 12 Oktober 1945. Laswi dibentuk oleh Sumarsih Subiyanti, aka Yuti Aruji, istri Komandan Badan Kemenangan Rakyat (BKR) Divisi III Jawa Barat, Aruji Kartawinata.

Tentara Laswi (Dok Istimewa)

Tentara Laswi (Dok Istimewa)

Setelah dibentuk, Laswi beranggotakan gadis-gadis muda, ibu rumah tangga, hingga janda. Laswi dibentuk guna membantu pertempuran di Jawa Barat, selama pertempuran di di Jawa Barat hingga insiden Bandung Lautan Api, Laswi mendapat tugas mengurusi dapur umum di seluruh sektor Bandung.

Laswi diperbantukan untuk mengurusi dapur umum dari Batalion I hingga Batalion V di Bandung. Untuk memenuhi tugasnya ini, rupanya Laswi mengalami kendala. Tenaga Laswi terkuras. Untuk mengatasi hal tersebut, dibentuklah pasukan cadangan Laswi di Jogjakarta oleh Yati Aruji.

Setalah dilatih selama tiga bulan, pasukan Laswi Jogjakarta dikirim ke garis depan di Jawa Barat untuk membawa persedian makanan pasukan.

Dalam buku Seribu Wajah Wanita Pejuang dalam Kancah Revolusi ’45, suntingan Irna H.N. Hadi Soewito dimuat pengakuan Rien Soetirin, seorang anggota Laswi Jogjakarta ketika dia diberi tugas untuk membawakan berpuluh-puluh besek lauk-pauk untuk para pejuang di garis depan.

“Lauk-pauk yang dibawa saat itu, antara lain telur, pindang, keripik tempe, abon, dan dendeng,” tulis Rien.

Setelah bertugas di Jawa Barat, selama Agresi Militer Belanda ke-II di Jogjakarta, Laswi bertugas untuk menyediakan dapur umum dan menyediakan obat-obatan. Makanan dan obat-obatan.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar