Lawan Teroris Saja Berani, Masa Mahasiswa Takut Sama MEA?

Oleh Jatu Raya,

Mahasiswa jangan jadi pengecut dengan kedatangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

BERITA JOGJA – Persaingan antartenaga kerja di Indonesia yang dikenal Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah tidak bisa dihindari. Setidaknya ada delapan profesi yang bersaing dalam MEA, yaitu arsitek, insinyur, tenaga pariwisata, dokter gigi, akuntan, tenaga medis, perawat, dan tenaga survei.

Ilustrasi MEA (Dok.Istimewa)

Ilustrasi MEA (Dok.Istimewa)

Delapan profesi ini adalah profesi yang cukup banyak diminati di Indonesia. Banyak Universitas yang sudah mewadahi mendapatkan kompetensi untuk profesi ini. Rektor UGM, Prof.Ir. Dwikorita mengimbau agar mahasiswa, khususnya yang bersinggungan dengan delapan profesi itu tidak gentar bersaing dengan tenaga kerja asing.

“Justru harus lebih kreatif. Kita harus berani lebih kreatif dan melangkah dalam menghadapi MEA. Jangan menghadapinya dengan negatif karena ada saingan,” imbaunya.

Dwikorita menambahkan bahwa lulusan Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia tidak kalah dengan lulusan luar negeri. Oleh karena itu haram hukumnya takut dengan MEA. “Lawan teroris saja berani, apalagi menghadapi MEA. Pasti jauh lebih berani,” katanya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar