Lebaran Bersama Lansia di Panti Jompo Yuk

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Lebaran sisa menghitung hari. Ketupat sudah dipesan. Bumbu opor sudah disiapkan. Baju baru pun sudah terlipat rapi dalam lemari. “Itu memang idealnya Lebaran dalam budaya di Indonesia. Ada banyak simbol seperti baju baru, ketupat, dan lain sebagainya. Tapi tidak semua orang yang bisa berlebaran ideal,” terang Aprinus Salam, Kepala Pusat Studi Kebudayaan […]

BERITA JOGJA – Lebaran sisa menghitung hari. Ketupat sudah dipesan. Bumbu opor sudah disiapkan. Baju baru pun sudah terlipat rapi dalam lemari.

Lansia

Istimewa

“Itu memang idealnya Lebaran dalam budaya di Indonesia. Ada banyak simbol seperti baju baru, ketupat, dan lain sebagainya. Tapi tidak semua orang yang bisa berlebaran ideal,” terang Aprinus Salam, Kepala Pusat Studi Kebudayaan (PSK) UGM.

Dari sekian banyak orang yang tak bisa berlebaran ideal, Aprinus mengambil contoh para lansia di Panti Jompo. Menurutnya, para lansia bisa saja menikmati opor atau memakai baju baru karena dapat banyak bantuan pemerintah. “Hanya saja, yang kurang adalah keluarga. Para lansia di Panti Jompo rata-rata tidak memiliki keluarga, padahal di usia mereka pasti ingin dimanja,” terangnya.

Contoh dari akademisi ramah ini dibenarkan Wakil Bupati (Wabup) Sleman, Yuni Satia Rahayu. Menurut Yuni, sebagai sesama manusia, punya kewajiban untuk membahagiakan orang lain. Oleh karena itu ia mengingatkan agar para pejabat dan warga Sleman turut merayakan lebaran di panti jompo.

Urip iku Urup. Warga asli Jogjakarta pasti sering mendengar istilah ini. Hidup harus memberi manfaat bagi orang lain namun jangan meresahkan. Tidak hanya di panti jompo saja, tapi juga di tempat-tempat di mana kita bisa memberikan kebahagiaan,” sarannya.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jogja, Hadi Mochtar, menambahkan, para lansia di panti milik pemerintah adalah tanggung jawab langsung oleh pengampu jabatan. Namun, masyarakat juga diharapkan berperan dalam memberikan bantuan pada lansia.

Bantuan yang dimaksudkan tidak melulu soal bantuan dana, namun juga bisa dalam bentuk lain seperti rekayasa sosial atau psikologi. Lebaran, menurutnya, identik dengan kumpul-kumpul keluarga, hal inilah yang justru harus diperkuat dan dilakukan oleh pihaknya bersama masyarakat kalau ingin berlebaran di panti jompo.

“Yang namanya kebahagiaan dan kesejahteraan datangnya dari mana saja. Bukan hanya materi. Itu yang harus mulai harus kita lakukan sama-sama mulai saat ini,” tegasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar