ilustrasi letusan gunung krakatau. (Istimewa)

Letusan Krakatau di Tanah Jawa dan Surat Akhir Zaman dari Imam Mekah

Oleh Jatu Raya,

Letusan Gunung Krakatau diikuti dengan disuratinya Belanda oleh Imam Mekah tentang tanda-tanda akhir zaman

BERITA JOGJA – Meletunya Gunung Krakatau pada 1883 tercatat sebagai salah satu letusan gunung terbesar di dunia. Kejadian-kejadian letusan gunung yang terletak di selat antara Sumatera dan Jawa ini baru diketahui tujuh tahun setelahnya melalui buku In het Rijk van vulcan: de uitbarsting van Krakatau en hare gevolgen yang ditulis R.A. van Sandick.

ilustrasi letusan gunung krakatau. (Istimewa)

ilustrasi letusan gunung krakatau. (Istimewa)

Rudolf Mrazek dalam Engineers of Happy Land mencatat buku itu menjadi yang terlaris di Belanda dan koloninya. Dituliskan van Sandick, masyarakat Jawa di akhir abad ke-19 percaya bahwa tanah mereka ditopang seekor kerbau raksasa.

Saat ada gempa bumi, penduduk Pulau Jawa yakin jika kerbau ingin melepaskan bebannya. Penduduk kemudian melemparkan diri ke tanah sembari berteriak, “aya..aya..” yang berarti kami masih di sini dan berharap kerbau mau menopang Jawa lebih lama lagi.

Tanda meletusnya Krakatau dicatat oleh Sandick diketahui malam sebelumnya. Halilintar dan guntur bersahutan memutus kawat-kawat telegram. Paginya, terdengar gemuruh dari arah Krakatau disertai gelombang Tsunami. Penduduk yang melemparkan diri ke tanah tak sempat melarikan diri. Tsunami membelah mercusuar, memnghanyutkan bangunan-bangunan kokoh, lalu meluluhlantakkan Anyer.

Di pelabuhan terlihat bola api berterbangan secepat kilat lalu jatuh ke air bersamaan cahaya biru berkilat-kilat yang menyambar tiang-tiang kapal. Kehancuran total di Anyer diikuti pula dengan kekhawatiran penduduk Jawa beratus kilometer dari Krakatau. Di Batavia (Jakarta), tanah bergetar dan bergemuruh sepanjang hari. Pun di Jogja, ketika orang menekan telinganya ke tanah, bunyi gemuruh terdengar jelas.

Getaran letusan Krakatau bahkan sampai terasa hingga Mekah. Usai letusan itu mereda, imam besar di Makkah mengirimkan surat pada Belanda di Batavia dan seluruh Jawa agar mengingatkan penduduk memperdalam semangat islam. Dalam sepucuk surat itu juga dituliskan bahwa letusan Krakatau adalah tanda akhir zaman segera tiba.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar