Lima Tahun di Lapas, Mary Jane Jago Bahasa Jawa dan Indonesia

Oleh Kresna,

BERITA JOGJA – Lima tahun hidup di Lapas Narkotika Pakem dan Wirogunan Jogja membuat Mary Jane Fiesta Veloso terpidana mati asal Filipina jago berbahasa Jawa dan Indonesia. Padahal saat ditangkap pada tahun 2010 lalu, dia sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia apalagi Jawa. Menurut petugas Kejati Jogjakarta, S Anggraeni, saat ditangkap Mary Jane baru pertama […]

Hukuman mati

BERITA JOGJA – Lima tahun hidup di Lapas Narkotika Pakem dan Wirogunan Jogja membuat Mary Jane Fiesta Veloso terpidana mati asal Filipina jago berbahasa Jawa dan Indonesia. Padahal saat ditangkap pada tahun 2010 lalu, dia sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia apalagi Jawa.

Menurut petugas Kejati Jogjakarta, S Anggraeni, saat ditangkap Mary Jane baru pertama kali menginjakkan kakinya di Indonesia. “Dia sudah fasih bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, mendok lagi. Lebih bagus bahasa Jawa-nya daripada bahasa Indonesia-nya,” katanya pada wartawan, Senin (23/2).

Menurut dia, hal tersebut membuktikan Mary Jane bisa bersosialisasi dengan baikdi dalam Lapas. “Mungkin juga ada kesamaan antara bahasa Jawa dengan Tagalog, tapi bahasa Jawa lebih-lebihi orang Jawa,” ujarnya.

Sejak ditangkap di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta pada 24 April 2010, Mary Jane kemudian ditempatkan di Lapas Narkotika di Pakem Sleman. Setelah beberapa lama disana, dia kemudian dipindah ke Lapas Wirogunan kota Yogya yang khusus untuk tahanan perempuan.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar