LKBH Pandawa: Dari Anak Muda Jogja untuk Rakyat Miskin

Oleh Jatu Raya,

Kemuakkan terhadap ketidakadilan hukum di Indonesia membuat anak-anak muda Jogja ini mendirikan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum

BERITA JOGJA – Anak muda Jogja dituntut lebih kreatif dalam merespon zaman. Tak hanya mampu menjadi bebek yang bisanya ikut orang saja, anak muda Jogja justru harus mampu menjadi pionir dan pemimpin zaman. Hal itulah yang saat ini tengah dilakukan oleh enam anak muda asal Jogja dengan membuat Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) bernama Pandawa.

LKBH Pandawa

Ade Dwi Fahruli, Rizal Bagus Putranto, dan Ganjar Sagita dari LKBH Pandawa. (Foto:Aristides)

Ditemui di sebuah warung kopi bilangan Depok, Sleman, tiga pentolan LKBH Pandawa, Ade Dwi Fahruli SH, Rizal Bagus Putranto SH, dan Ganjar Sagita SH mengisahkan awal mula pembentukkan LKBH yang beralamat di Jalan Sultan Agung Nomor 69 Kota Jogja Ini. Awalnya LKBH ini didirikan untuk keadilan hukum bagi orang-orang tidak mampu.

“Hukum di negara ini masih milik orang-orang tertentu, yang punya uang. Sedangkan untuk masyarakat yang tidak mampu aksesnya masih belum terlalu diakomodasi. Kami muak melihat itu dan akhirnya mendirikan LKBH Pandawa untuk memperjuangkan mereka yang buta hukum,” kisah Rizal Bagus Putranto selaku Bendahara LKBH Pandawa berapi-api.

Para advokat di LKBH Pandawa yang diisi anak-anak muda adalah mereka yang berpegang teguh pada idealisme. Mereka menyadari bahwa tanggung jawab mendirikan LKBH bukan sekadar menerima kasus atau perkara dari rakyat yang tidak mampu saja. “Kami menyadari bahwa tugas yang paling besar adalah memberikan penyadaran hukum bagi mereka yang tidak mampu. Oleh karena itu target kami setelah kemarin terdaftar di Kemenkumham adalah memberikan penyuluhan ke berbagai tempat, ke desa, ke pelosok-pelosok,” tambah Rizal yang saat ini masih menyelesaikan studi S2-nya di UGM.

Advokat di LKBH Pandawa tidak dibesarkan dalam satu lembaga atau institusi hukum yang sama. Itulah menariknya, di mana LKBH ini mampu menyatukan beberapa kelompok advokat dengan tujuan yang sama. “Ada KAI, Peradi, Ikadin, dan lain-lain dari berbagai organisasi advokat. Ada enam advokat yang akan siap membantu masyarakat yang tidak mampu ketika memiliki persoalan hukum,” tambah Ade Dwi selaku Wakil Direktur LKBH Pandawa.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar