Magang di Pengadilan, Mahasiswa Jangan Diskriminatif

Oleh Jatu Raya,

Mahasiswa tidak boleh merendahkan terdakwa di pengadilan karena pada dasarnya sama-sama manusia.

BERITA JOGJA – Hakim Ninik Hendras mengingatkan pada sejumlah mahasiswa yang magang di Pengadilan Negeri (PN) Sleman agar tidak diskriminatif. Hal itu diingatkannya di depan mahasiswa yang tengah belajar persidangan di ruang sidang IV PN Sleman baru-baru ini.

Kuasa Hukum Dosen UGM Banding

Istimewa

“Dulu itu ada mahasiswa yang enggak mau duduk samping-sampingan sama terdakwa. Entah malu atau apa, dia cuma berdiri padahal ruang sidang penuh. Saya harap yang lagi belajar sekarang di PN Sleman tidak seperti itu. Tidak ada masalah kan kalau duduk samping-sampingan,” tegasnya di depan pengunjung dan mahasiswa dalam ruang sidang.

Hal yang sama juga diutarakan Jaksa Yogie Raharjo di depan mahasiswa. Menurut Yogie, terdakwa dengan mahasiswa adalah sama-sama manusia. Oleh karena itu sesama manusia tidak boleh saling merendahkan.

“Perlu diingat lagi, pengadilan dan vonis adalah pembelajaran bagi terdakwa lalu lapas adalah lembaga pemulihannya. Yang membedakan dari terdakwa dengan mahasiswa kan hanya status saja, selebihnya mereka adalah manusia,” nasihatnya.

Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, PN Sleman memang dipenuhi mahasiswa yang tengah magang dan menulis laporan sidang. Ada Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Islam Nusantara (UIN) Sunan Kalijaga yang secara bergantian mengikuti proses sidang perdata sampai pidana.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar