Mahasiswa Jogja Gelar Aksi Solidaritas dan Shalat Gaib Untuk Salim Kancil

BERITA JOGJA – Pengeroyokan berujung pembunuhan yang dilakukan oleh puluhan preman kepada Salim Kancil, seorang tokoh petani di Desa Selo Awar-Awar, Lumajang yang menolak tambang pasir mendapat respon dari puluhan mahasiswa di Jogja. Sebagai wujud dukungan untuk penuntasan kasus pembunuhan Salim Kancil, puluhan mahasiswa dari berbagai elemen gerakan di Jogja menggelar aksi solidaritas di Pertigaan […]

Shalat Gaib yang dilakukan oleh Mahasiswa Jogja di Pertigaan UIN (Foto oleh Cahyo PE)

Shalat Gaib yang dilakukan oleh Mahasiswa Jogja di Pertigaan UIN. (Foto oleh Cahyo PE)

BERITA JOGJA – Pengeroyokan berujung pembunuhan yang dilakukan oleh puluhan preman kepada Salim Kancil, seorang tokoh petani di Desa Selo Awar-Awar, Lumajang yang menolak tambang pasir mendapat respon dari puluhan mahasiswa di Jogja. Sebagai wujud dukungan untuk penuntasan kasus pembunuhan Salim Kancil, puluhan mahasiswa dari berbagai elemen gerakan di Jogja menggelar aksi solidaritas di Pertigaan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Rabu (30/9) siang.

Dalam aksinya tersebut, puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan diri sebagai Solidaritas Jogjakarta untuk Lumajang ini menggelar orasi dan shalat gaib untuk mendoakan Salim Kancil. Lewat orasi-orasi tersebut, para mahasiswa mengecam keras pengeroyokan dan pembunuhan Salim Kancil yang dilakukan oleh preman pendukung tambang pasir dan menuntut pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Pembunuhan terhadap Salim Kancil adalah pelanggaran HAM dan perbuatan yang keji. Para preman pembunuh Salim Kancil dan aktor intelektual di baliknya harus diusut tuntas dan dihukum seberat-beratnya agar kasus seperti ini tak lagi terjadi di Indonesia,” ujar Samsul Arizky selaku Koordinator Solidaritas Jogjakarta untuk Lumajang.

Selain mengecam pembunuhan terhadap Salim Kancil, puluhan mahasiswa juga mendesak kepada pemerintah daerah Lumajang untuk segera menutup tambang pasir yang memicu terjadinya kerusakan ekosistem. Mahasiswa juga menuntut pemerintahan Jokowi untuk menghentikan kriminalisasi, kekerasan, perampasan tanah dan penambangan yang merugikan warga serta merusak alam Indonesia.

Setelah berorasi dan menyampaikan tuntutannya, para mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Jogjakarta untuk Lumajang ini menutup aksinya dengan menggelar shalat gaib di Pertigaan Kampus UIN Sunan Kalijaga.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar