Mahasiswa Papua di Jogja Kutuk Peristiwa Tolikara

BERITA JOGJA – Komunitas Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMA-Papua) Jogjakarta mengutuk tindakan pembakaran kios yang akhirnya menjalar sampai menghanguskan tempat ibadah. Mereka juga mengecam penembakan yang berujung pada jatuhnya korban dari warga sipil di Tolikara. Presiden IPMA-Papua Jogjakarta Aris Yemo bersama pendamping hukum dari LBH Jogja Emanuel Gobay, mengatakan, kejadian intoleransi di Papua menjadi […]

BERITA JOGJA – Komunitas Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMA-Papua) Jogjakarta mengutuk tindakan pembakaran kios yang akhirnya menjalar sampai menghanguskan tempat ibadah. Mereka juga mengecam penembakan yang berujung pada jatuhnya korban dari warga sipil di Tolikara.

Mahasiswa Papua

istimewa

Presiden IPMA-Papua Jogjakarta Aris Yemo bersama pendamping hukum dari LBH Jogja Emanuel Gobay, mengatakan, kejadian intoleransi di Papua menjadi luka baru dalam realitas keharmonisan yang telah terbangun lama. “Kami menilai tindakan di Tolikara telah melanggar HAM, karena itu kami mendesak kepolisian segera menangkap pelaku baik yang di lapangan maupun intelektualnya dan mengungkap motif di balik kejadian tersebut,” tegasnya.

Aris juga menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi di Tolikara, Papua sama sekali tidak berhubungan dengan mahasiswa atau warga Papua yang ada di luar daerah, termasuk yang berada di Jogja. Dia menyesalkan adanya beberapa pesan singkat yang ditujukan kepada mahasiswa Papua di Jogja dengan bernada melecehkan dan mencederai toleransi. Padahal para pelajar dan mahasiswa Papua di Jogja membentuk posko gerakan Save Tolikara dan menggalang sumbangan sukarela bagi warga korban pembakaran.

“Persoalan ini bukan untuk dipolitisir. Dan kenyataanya, subyek pelaku dan tempat kejadiannya berbeda antara yang ada di Tolikara dan di Jogja,” terangnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar