Pemain baru PSS Sleman

Manajemen Rasionalisasi Gaji Pemain PSS

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Usai pertemuan antarmanajer klub Divisi Utama (DU) di Jakarta lusa lalu, manajemen PSS Sleman, Sabtu (9/5) berniat merasionalisasi gaji pemain. Pasalnya, sesuai kontrak yang berlaku, gaji pemain tidak lagi dibayarkan jika kompetisi sudah berakhir. Kendati PSSI memutuskan berakhirnya kompetisi Divisi Utama (DU), pihak manajemen tidak bisa seenanknya memutus kontrak. Sebab, para pemain […]

BERITA JOGJA – Usai pertemuan antarmanajer klub Divisi Utama (DU) di Jakarta lusa lalu, manajemen PSS Sleman, Sabtu (9/5) berniat merasionalisasi gaji pemain. Pasalnya, sesuai kontrak yang berlaku, gaji pemain tidak lagi dibayarkan jika kompetisi sudah berakhir.

Pemain baru PSS Sleman

Diego Banowo dan Ade Christian. (Foto: Aristides)

Kendati PSSI memutuskan berakhirnya kompetisi Divisi Utama (DU), pihak manajemen tidak bisa seenanknya memutus kontrak. Sebab, para pemain masih akan menjalani berbagai uji coba di Stadion Maguwoharjo.

“Sebenarnya bukan tanggungan kami lagi, tapi kita kan masih ada agenda uji coba dan tanggal 20 besok PSS ulang tahun. Jadi langkah yang bisa kita lakukan ya rasionalisasi gaji pemain,” kata Direktur Teknik PSS, dr. Arief Juli Wibowo, Sabtu (9/5) via telepon.

Rasionalisasi ini juga diputuskan karena adanya wacana turnamen atau piala liga yang diwacanakan oleh PT liga sebagai pengganti kompetisi. Dalam tawarannya, PT Liga mewajibkan klub untuk menggaji pemain per pertandingan.

“Itu juga kalau memang kita ikut turnamen seperti yang ditawarkan PT Liga. Pemain ISL saja Rp5 juta per pertandingan, nanti kalau memang ada keputusan ikut, gaji ya kita sesuaikan di bawah ISL,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar