Mantan Pengurus Blak-Blakkan Soal Gafatar

Oleh Kresna,

Mantan pengurus Gafatar menyangkal jika Gafatar dikaitkan dengan hilangnya sejumlah orang di Jogja dan sekitarnya akhir-akhir ini.

BERITA JOGJA – Hilangnya sejumlah orang di Jogja dihubung-hubungkan dengan organisasi masyarakat Gafatar (Baca: Minggat dari Rumah, Kevin Aprilio Gabung Gafatar). Tapi apa itu Gafatar, banyak masyarakat yang belum tahu. Salah seorang mantan pengurus Gafatar yang tidak mau disebut identitasnya menjelaskan jika Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) adalah organisasi masyarakat yang bergerak di bidang sosial dan budaya.

dr.Rica ketika sampai di Polda Jogja. (FotoL Kresna)

dr.Rica ketika sampai di Polda Jogja. (Foto: Kresna)

“Gafatar ini organisasi masyarakat yang bergerak di bidang sosial dan budaya. Juga konsen mempromosikan isu ketahanan pangan di Indonesia,” katanya saat dihubungi lewat telepon, Selasa (12/1).

Dia pun menyangkal jika Gafatar dikaitkan dengan hilangnya sejumlah orang di Jogja dan sekitarnya akhir-akhir ini. Sebab sejak tahun 2015, Gafatar sendiri sudah secara resmi membubarkan diri.”Tahun 2015 Gafatar sudah bubar, jadi kalau sekarang ada orang yang mengatasnamakan Gafatar saya tidak tahu. Sejak bubar saya tidak pernah lagi ikuti perkembangan,” ujarnya.

Terkait dengan tudingan jika Gafatar mengajarkan ajaran sesat, seperti melarang anggotanya sholat dan puasa juga dibantahnya. Dia menegaskan Gafatar tidak mengurusi agama para anggotanya.”Gafatar dinyatakan sesat secara sepihak. Tapi bagi saya tidak. Gafatar dengan apa yang terjadi di Jogja adalah dua hal yang terpisah,” tambahnya.

Dia pun menegaskan jika Gafatar juga tidak memiliki program di Kalimantan sehingga perlu merekrut orang untuk ke Kalimantan. “Gafatar pengurus di setiap provinsi ada, termasuk di Kalimantan. Tapi saya tidak tahu, karena sudah bubar sejak 2015. Kalau sekarang masih ada mungkin itu kepentingan pribadi,” tandasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar