Market Seni Rupa di Indonesia Masih Lesu?

Oleh Jatu Raya,

Market seni rupa kontemporer saat ini belum seperti tahun 2007 yang sempat menghebohkan.

Pengunjung pameran Lorem Ipsum tengah memperhatikan lukisan berwajah Frida Kahlo yang memakai aksesoris Bali (Foto: Azka Maula)

Pengunjung pameran Lorem Ipsum tengah memperhatikan lukisan berwajah Frida Kahlo yang memakai aksesoris Bali (Foto: Azka Maula)

BERITA JOGJA – Beberapa tahun terakhir market seni rupa di Indonesia lesu. Situasi transaksi karya seni rupa di Balai Lelang tidak sebesar dan se-booming tahun 2007. Hal ini pun diakui Ronnie S. Haryanto, kolektor seni rupa yang kerap ditasbihkan sebagai pelopor kolektor generasi ketiga.

“Berkaitan dengan lesunya market seni rupa itu memang iya. Tapi saya yakin masih ada para seniman yang total berkarya tanpa memikirkan market. Salah satu contohnya Jago Tarung (Baca: Pameran Seni Lorem Ipsum Jago Tarung), mereka tetap memberikan energi di tengah lesunya market seni rupa dan tetap kompeten berkarya,” katanya saat membuka Pameran “Lorem Ipsum” di Sangkring Art Project Jogja baru-baru ini.

Ronnie juga sangat mengapresiasi para seniman yang tetap berada dalam koridor menjaga mutu dan kualitas karya seni. “Tentunya sangat apresiasi sekali di tengah banyaknya keluhan tentang market yang lesu,” sambungnya.

Banyak hal yang menjadi faktor lesu atau melejitnya market seni rupa. Kolektor lain, Syakieb Sungkar pada 2014 lalu pernah menganalisis dalam blog pribadinya bahwa tidak sekadar karya dan artis saja yang jadi penentu. Faktor lainnya adalah kolektor.

Menurutnya, kolektor seni terbelah menjadi dua. Pertama, kolektor yang membeli karya seni dengan pertimbangan investasi sehingga menyukai karya-karya old master. Harganya pun terjanjikan naik terus namun beresiko diintai produsen lukisan palsu.

Sedangkan yang kedua kolektor yang peduli setan dengan nilai investasi karya kontemporer yang dibelinya. “Karena baginya yang penting adalah nilai kepuasan atas karya yang dikoleksinya. Sebenarnya kita tidak perlu khawatir dengan market karena karya yang baik itu pada akhirnya akan disukai dan dibeli orang dengan harga yang baik pula,” tulisnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar