Mediasi Gagal, PKL Tetap Digugat RP 1 Miliar

Padahal tempat yang digunakan para PKL untuk berjualan saat ini, tidak masuk ke dalam tanah yang ada di surat kekancingan penggugat.

BERITA JOGJA РTidak adanya titik temu antara pihak pedagang kaki lima (PKL) dengan pihak Eka Aryawan dalam mediasi yang dilakukan oleh pihak Pengadilan Negeri Jogja, membuat sidang gugatan sebesar  satu miliar akan dilanjutkan menuju sidang gugatan perdana. Tidak adanya titik temu antara dua pihak yang bersengketa ini dibenarkan oleh kuasa hukum penggugat, Oncan Poerba.

PKL

Dua dari lima PKL yang digugat Rp1 Miliar. (Foto: CahyoPE)

“Tidak ada titik temu antara pihak kami dengan tergugat. Tadi sudah kami tawarkan untuk damai, tapi mereka (PKL) bersikeras ingin tetap berjualan di situ. Ya gak ketemu,” ujar Oncan saat ditemui di Pengadilan Negeri Jogja, Senin (14/9).

Gagalnya mediasi ini juga dibenarkan oleh kuasa hukum dari lima orang PKL, Rizky Fatahilah. Menurut Rizky tidak adanya tawaran kesepakatan antara dua pihak membuat mediasi gagal.

“Sebenarnya, sudah sejak 2012 kami mengupayakan mediasi dengan pihak penggugat. Para PKL sudah mau mengalah dengan maju dari tempat mereka berjualan sebelumnya. Lagipula, tempat yang digunakan para PKL untuk berjualan saat ini, tidak masuk ke dalam tanah yang ada di surat kekancingan Pak Eka,” jelas Rizky ketika dihubungi Beritajogja.id, Senin (14/9) sore.

Gagalnya mediasi ini, membuat sidang gugatan akan dilanjutkan kembali pada Senin mendatang. Kasus gugatan sebesar 1 miliar yang ditujukan kepada lima orang PKL ini terkait dengan permasalahan lahan di Jalan Brigjen Katamso, Gondomanan, Jogja. Kasus gugatan ini bermula dari sengketa tanah seluas 93 meter persegi antara pemilik ijin pakai tanah milik Kraton, Eka Aryawan dengan lima orang PKL yang dianggap mendirikan lapak dagangan di atas tanah yang sudah dipinjam pakaikan kepada Eka.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar