Melawan Lupa di Pameran Seni “Tribute to Udin”

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA -Perjuangan terhadap kekuasaan adalah perlawanan terhadap lupa. Demikian keyakinan Milan Kundera yang ditafsirkan dengan Pameran Seni Rupa “Tribute to Udin” di Lembaga Indonesia Prancis (LIP) Jogjakarta, Kamis (27/8) malam. Pameran yang diinisiasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bersama Yayasan Tifa dan sejumlah seniman ini memang sengaja digelar untuk melawan lupa terhadap kasus pembunuhan wartawan […]

BERITA JOGJA -Perjuangan terhadap kekuasaan adalah perlawanan terhadap lupa. Demikian keyakinan Milan Kundera yang ditafsirkan dengan Pameran Seni Rupa “Tribute to Udin” di Lembaga Indonesia Prancis (LIP) Jogjakarta, Kamis (27/8) malam. Pameran yang diinisiasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bersama Yayasan Tifa dan sejumlah seniman ini memang sengaja digelar untuk melawan lupa terhadap kasus pembunuhan wartawan Bernas, Udin, yang tak tuntas selama 19 tahun.

Udin

Seorang pengunjung tengah melihat lukisan yang dipajang di “Tribute to Udin” di LIP, Kamis (27/8) malam. (Foto: Aristides)

Dalam ruang galeri pameran, sejumlah lukisan, foto, video, puisi, dan seni instalasi yang dipajang bakal menampar ingatan pengunjung. Karya para seniman juga juga bakal membawa pengunjung mengerti mengapa selama 19 tahun lamanya para aktivis dan jurnalis tetap berjuang menuntut kasusnya diselesaikan oleh pihak kepolisian.

“Ini bukti bahwa kawan-kawan seniman juga menaruh kepedulian kepada wartawan Udin,” kata Tommy Apriando, penanggung jawab peringatan yang baru kali pertama digelar dengan model pameran ini.

Udin

Karya yang menampilkan potongan berita Kasus Udin. (Foto: Aristides)

Salah satu karya seniman yang cukup banyak mendapat perhatian adalah potongan koran yang berisi berita pemanggilan dan rencana sidang militer terhadap Edy Wuryanto, terdakwa kasus pembunuhan terhadap Udin. Dalam potongan koran tersebut juga disematkan gambar sindiran tentang absennya terdakwa dalam persidangan. “Yang ini (menunjuk potongan) benar-benar jadi pengingat kita bahwa ada satu kasus kekerasan terhadap jurnalis yang diabaikan negara. Semoga ke depan kami generasi muda tidak lupa,” kata Wiku, salah seorang pengunjung pameran yang dibuka hingga 30 Agustus mendatang.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar