Mendekati Orang yang Sudah Mau Nikah, Wajar atau Kurang Ajar?

Oleh azkamaula,

Mereka tiba-tiba datang saat kita mau menikah lalu menyatakan kembali perasaan atau sekadar mengajak bertemu.

BERITA JOGJA – Katanya orang yang mau menikah bakal menemui banyak cobaan. Paling menakutkan datangnya dari masa lalu, di mana kita pernah dekat dan nyaman sekali dengan seseorang. Mereka tiba-tiba datang saat kita mau menikah lalu menyatakan kembali perasaan atau sekadar mengajak bertemu.

Ilustrasi menikah muda (Foto: Istimewa)

Ilustrasi menikah (Foto: Istimewa)

“Secara etika itu akan bermasalah. Apalagi pernikahan tidak hanya melibatkan satu atau dua orang. Tapi untuk perasaan, tidak ada yang salah, hanya saja terbentur etika,” terang Psikolog Rika Vira.

Ada beberapa pengalaman orang-orang yang diguncang perasaannya karena jelang pernikahan didekati seseorang dari masa lalu. Fitriyanti, warga Banyumanik, mahasiswi S2 UNY bulan Mei nanti melangsungkan pernikahan. Namun Januari lalu mantannya kembali menghubunginya.

“Namanya kurang ajar. Dua minggu saya galau banget padahal calon sudah pesan gedung di Semarang. Feeling saya memang masih ada sama dia, pacaran 5 tahun soalnya. Dua minggu dia datangi kampus ketemu saya dan rasanya enggak enak banget,” kisahnya yang memutuskan untuk tetap menikahi calonnya.

Arian, musisi asal Jogja, pernah dalam posisi mantan Fitriyanti. Dia sempat mendekati salah satu mantannya yang sudah mau menikah. “Saya dulu ninggalin dia, tapi menyesal saja. Jadi waktu itu nekad saja deketin dia lagi. Dianya udah mau jatuh lagi. Tapi, kok kesannya jahat ya, jadi saya tinggal lagi,” katanya ditemui di Ascos Cafe Tirtodipuran.

Menurut Rika, potensi gagal menikah saat didekati orang dari masa lalu masih besar. Soalnya, saat berhubungan dengan waktu lama dengan mantan ada potensi pelekatan identitas dari mantan tersebut ke dalam diri.

“Istilahnya self-others. Ada perilaku bahkan sampai identitas sosial kita yang banyak dipengaruhi dari orang tersebut. Saat momen-momen tertentu, ada rasa kangen yang muncul. Tapi, kalau dari sudut pandang etika, lebih baik janganlah mendekati kembali, soalnya pernikahan bukan sembarang satu atau dua orang saja,” jelasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar