Mengapa Narkoba dari Luar Negeri Hanya Terdeteksi di Bandara Indonesia?

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Mary Jane tertangkap basah membawa narkotika di dalam koper di Bandara Adisutjipto 2010 lalu. Perempuan asal Filipina yang tidak bisa berbahasa Inggris dan Indonesia kemudian dijatuhi hukuman mati.   Lantas, mengapa saat berangkat dari Malaysia ke Indonesia April 2010 lalu pihak bandara negeri jiran tersebut narkotika yang dibawanya tak terdeteksi? Danrem 072 […]

BERITA JOGJA – Mary Jane tertangkap basah membawa narkotika di dalam koper di Bandara Adisutjipto 2010 lalu. Perempuan asal Filipina yang tidak bisa berbahasa Inggris dan Indonesia kemudian dijatuhi hukuman mati.

 

Narkoba di Indonesia sudah memprihatinkan

Istimewa

Lantas, mengapa saat berangkat dari Malaysia ke Indonesia April 2010 lalu pihak bandara negeri jiran tersebut narkotika yang dibawanya tak terdeteksi?

Danrem 072 Pamungkas Jogjakarta, Brigjen TNI Sabrar Fadillah sebelumnya pernah mewanti-wanti akan masuknya Indonesia dalam peperangan jenis baru di dunia yang akrab disebut Proxy War. Narkoba, jelasnya, jadi salah satu amunisi untuk menghacurkan bangsa Indonesia.

“Narkoba itu jadi bahan Proxy War untuk menghancurkan bangsa kita. Tiap hari ada terus orang yang ditangkap. Belum lagi dari luar negeri, yang tiba-tiba saja masuk ke Indonesia,” kata Sabrar beberapa waktu lalu saat ditemui di ruangannya.

Dalam kasus Mary Jane, adanya pembiaran dari negara lain agar narkoba masuk ke Indonesia sangat memungkinkan. Tujuannya adalah warga Indonesia masuk darurat narkoba lalu perlahan melupakan penjagaan terhadap energi.

“Indonesia ini punya sumber daya alam dan energi yang banyak dibutuhkan negara lain. Mereka ingin masuk semua ke Indonesia, oleh karena itu sebagai generasi muda kita memang wajib memerangi narkoba sekaligus menjaga energi kita,” tegasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar