kado natal

Mengingat Natal Terkelam di Jogja

Oleh Jatu Raya,

Desember 1948, Belanda menjatuhkan hadiah natal tepat di atas cerobong asap dapurku. Jam 05.30 hari minggu, tanggal 19. mereka membom Jogja, kata Bung Karno pada Cindy Adams.

BERITA JOGJA – Kado natal biasanya menyenangkan. Ada kejutan di kaus kaki yang diletakkan di bawah pohon natal yang biasanya membuat mata berbinar atau barang-barang lain yang terbungkus rapi dalam bungkusan meriah.

Tapi tidak semua kado natal itu menyenangkan, terlebih saat dunia lagi memasuki masa perang. Seperti yang terjadi di Jogja di akhir tahun 1948. Bombardir pesawat Belanda di Jogja menjelang malam natal jadi kado pahit yang tak terlupakan. Sukarno, dalam autobiografinya, “Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat” adalah kado natal buatnya yang menandakan revolusi belum selesai.

kado natal

Pesawat Belanda yang menjatuhkan bom saat Agresi Miiter (Dok Istimewa)

“Desember 1948, Belanda menjatuhkan hadiah natal tepat di atas cerobong asap dapurku. Jam 05.30 hari minggu, tanggal 19. mereka membom Jogja,” kata Bung Karno pada Cindy Adams.

Jendral Sudirman sebelumnya sudah pernah memperingatkan Sukarno untuk menyingkir dari Jogja karena serangan ini. Tapi Sukarno menolaknya dan memilih jalan berunding daripada angkat senjata.

Perayaan Natal di Jogja pun pada tahun itu jauh dari kata terang benderang seperti kekinian. Banyaknya korban yang berjatuhan gara-gara agresi militer itu (tercatat 128 tentara Indonesia tewas) membuat perayaan malam natal sunyi.

Tapi tak berlangsung lama, militer bersama warga membalas kado yang diberikan Belanda lewat berbagai perang gerilya yang akhirnya bisa membuat Belanda pulang kandang dengan memalukan.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar