Menjilat Dosen Biar Dapat Nilai Bagus, Wajar Enggak?

Oleh Jatu Raya,

Agar mendapat nilai yang bagus, menjilat dosen jadi salah satu cara yang dilakukan oleh mahasiswa.

BERITA JOGJA – Banyak cara biar mata kuliah yang diambil dapat nilai bagus. Salah satunya adalah menjilat dosen pengampu mata kuliah. Cara menjilatnya macam-macam. mulai dari duduk paling depan sambil pura-pura paham apa kata si dosen, ketawa palsu pas si dosen coba melucu, sampai mengumpulkan tugas paling pertama diselingi curhat reka-rekaan.

Dosen Kolot. (Dok.Istimewa)

Dosen Kolot. (Dok.Istimewa)

Anita Setyaningsih, mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Jogja menganggap menjilat dosen biar dapat nilai bagus itu wajar dan sah-sah saja. Sebab, hasilnya sudah sesuai kebutuhan mahasiswa.

“Enggak usah munafik sih ya, sekarang yang dibutuhkan itu kan nilai bagus, nilai A. Ilmu nomor sekian biar IPK bagus terus biar dapat kerja yang gajinya tinggi. Sah-sah saja lah ngejilat dosen buat dapat nilai A,” katanya.

“Yang praktis-praktis saja lah. Siapa yang enggak mau cara gampang buat dapat nilai tinggi. Asal enggaj jualan ke dosen aja. Ngejilat sih wajar,” sambung Ugik Rahardian, rekan Anita.

Beda dengan Anita dan Ugik, Arci Winatama menganggap menjilat dosen sebagai perbuatan yang enggak wajar. “Muak sih sebenarnya lihat begitu. Masang muka palsu di depan dosen. Apa bedanya mahasiswa sama penipu kalau gitu?” kritiknya.

Nugrahaeni Ariati, Psikolog memandang perkara menjilat atau tidak bukan soal wajar atau tidak wajar. Adanya pertentangan wajar atau tidak menurutnya bentuk respon dari situasi di lingkungan yang mengharuskan mahasiswa kekinian cepat mengambil sikap.

“Misalnya yang bilang wajar, mungkin itu bentuk respon terhadap kebutuhan dan dunia yang serba cepat ini. Pragmatis memang, tapi itulah bentuk responnya. Bagi yang menolak juga sama, karena dunia ideal dalam benak masing-masing itu berbeda,” jelasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar