Mudik Ajang Pamer Kesuksesan

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Momen mudik lebaran sering digunakan sebagai ajang pamer pada orang-orang di kampung halaman. Langsung atau tidak langsung hal ini sering sekali terjadi, khususnya bagi pemudik kelas menengah. Demikian analisa Kepala Studi Kebudayaan (PSK) UGM, Dr. Aprinus Salam M.hum beberapa waktu lalu ketika ditemui di kantor pusat studinya. Ditambahkan Aprinus, hal ini bisa […]

BERITA JOGJA – Momen mudik lebaran sering digunakan sebagai ajang pamer pada orang-orang di kampung halaman. Langsung atau tidak langsung hal ini sering sekali terjadi, khususnya bagi pemudik kelas menengah.

Mudik

Istimewa

Demikian analisa Kepala Studi Kebudayaan (PSK) UGM, Dr. Aprinus Salam M.hum beberapa waktu lalu ketika ditemui di kantor pusat studinya. Ditambahkan Aprinus, hal ini bisa terjadi karena adanya tafsiran mudik sebagai simbol prestasi.

“Ada yang menafsirkan mudik sebagai simbol prestasi dan ajang pembuktian diri. Enggak sedikit yang ngerental mobil lalu diakui miliknya. Pakaiannya bermerk biar dipuji. Biasanya orang kelas atas malas melakukannya, apalagi kelas bawah yang tidak mampu. Golongan menengah yang saya lihat sering begitu,” katanya.

Ia menambahkan esensi mudik yang untuk bersilaturahmi dan memassifkan budaya tatap muka lama-kelamaan menjadi turunan. “Selama mudik masih ditafsirkan sebagai ajang pamer, silaturahmi bisa jadi niat turunan,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar