Nama-nama jalan di Jogja

Nama-Nama Jalan di Jogja Zaman Belanda (Habis)

Oleh Nur Janti,

BERITA JOGJA – Tak hanya di Kota Baru (Baca: Nama-nama Jalan di Jogja Zaman Belanda), jalan-jalan yang dibangun Belanda di wilayah lain pun berubah. Kerkhofweg misalnya, yang kini menjadi Jalan Ireda 66. Disebut Kerkhofweg karena di jalan ini terdapat pemakaman Belanda. Kerkhof sendiri dalam bahasa Belanda berarti pemakaman dan weg berarti jalan. Di sekitar AM […]

BERITA JOGJA – Tak hanya di Kota Baru (Baca: Nama-nama Jalan di Jogja Zaman Belanda), jalan-jalan yang dibangun Belanda di wilayah lain pun berubah. Kerkhofweg misalnya, yang kini menjadi Jalan Ireda 66. Disebut Kerkhofweg karena di jalan ini terdapat pemakaman Belanda. Kerkhof sendiri dalam bahasa Belanda berarti pemakaman dan weg berarti jalan.

Nama-nama jalan di Jogja

Istimewa

Di sekitar AM Sangaji, ada Jalan W. Mongisidi yang dulunya bernama Prinses Julianalaan. Disebut Prinses Julianalaan karena jalan ini menuju sekolah kejuruan bernama Prinses Juliana yang gedungnya kini dipakai SMKN 2 Jogjakarta.

Perubahan nama juga terjadi pada Jalan Timoho. Di era kolonial, nama jalan ini adalah Schoenmakersstraat.  Dalam bahasa Indonesia, Schoenmakersstraat berarti jalan pembuat sepatu. Dahulu di kawasan ini merupakan permukiman dan pusat pembuatan sepatu. Hal macam ini tentu tak heran dijumpai di era kolonial karena Belanda memang sering melakukan pemisahan pemukiman untuk memudahkan administrasi dan pengawasan.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar