Narkoba Marak, Jogja Waspada Proxy War

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Asia tengah memasuki masa damai. Pun dengan Indonesia. Namun bukan berarti perang juga sudah usai. Dalam realitas kekinian, Indonesia juga tengah memasuki masa perang yang populer disebut Proxy War. Dalam realitas kekinian, bentuk penjajahan baru terhadap suatu wilayah tidak lagi dengan senjata, namun jauh lebih lembut dari itu. Brigjen TNI Muhammad Sabrar […]

BERITA JOGJA – Asia tengah memasuki masa damai. Pun dengan Indonesia. Namun bukan berarti perang juga sudah usai. Dalam realitas kekinian, Indonesia juga tengah memasuki masa perang yang populer disebut Proxy War. Dalam realitas kekinian, bentuk penjajahan baru terhadap suatu wilayah tidak lagi dengan senjata, namun jauh lebih lembut dari itu.

Jogja waspada proxy war

Danrem ketika ditemui di ruangannya.(Foto: Aristides)

Brigjen TNI Muhammad Sabrar Fadillah, Danrem 072 Pamungkas Jogjakarta paham betul hal tersebut. Ditemui di ruangannya beberapa waktu lalu, Danrem mengingatkan tentang bahaya Proxy War yang bisa mengancam kedaultan NKRI dan merusak generasi muda.

“Ada banyak hal yang bisa digunakan untuk perang kekinian seperti ini. Ada Narkoba misalnya. Apa nggak aneh, hari ini diringkus besok ada lagi. Ini merupakan bentuk perusakkan terhadap negara termasuk generasi muda kita,” jelas Danrem yang pernah bertugas di Kendari ini.

Ayah tiga orang ini melanjutkan bahwa selain narkoba ideologi, kebudayaan, dan wawasan kebangsaan juga bisa dijadikan alat Proxy War. Untuk itu generasi kekinian harus punya wawasan kebangsaan yang kuat dan sama sebagai tameng menahan gempuran wacana yang bisa merusak NKRI.”Misalnya gini. Kita selalu punya pandangan berbeda terhadap jumlah pulau di Indonesia. Nanti kalau ada yang hilang,’wah cuma 2 atau 3′ tanggapannya bisa begitu. Nggak boleh padahal, mau 1000,10, atau satu pulau hilang, ini NKRI bos,” tegasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar