Nasib Bulu Tangkis Indonesia 5-10 Tahun Mendatang

Oleh Jatu Raya,

Masa depan pemain tunggal putri dan putra di Indonesia sendiri saat ini sudah tertinggal jauh dari negara lain, bahkan dari Thailand.

BERITA JOGJA – 334 Atlet bulu tangkis Junior dari sembilan negara bakal bertarung di GOR Amongraga, Selasa (14/9) hingga Minggu (20/9) dalam Jaya Raya International Challange 2015. Di turnamen itulah nasib bulu tangkis Indonesia 5-10 tahun ke depan bisa diraba.

Bulu Tangkis

Imelda (paling kiri) ketika JumpaPers di depan wartawan di Hotel Victoria. (Foto: Aristides)

Imelda Wiguna, dari pihak Jaya Raya pada Beritajogja.id, menjelaskan bahwa turnamen yang berhadiah sekitar 20 ribu dollar AS ini adalah kesempatan untuk melakukan pemetaan kekuatan tim bulu tangkis selama lima tahun ke depan. Juara ganda putri All England 1979 itu juga meyakini selain pemetaan turnamen juga bisa dijadikan tolok ukur masa depan bulu tangkis Indonesia.

“Mereka (atlet) ini yang akan menggantikan pebulutangkis kita yang sekarang dalam 5-10 tahun ke depan. Kita akan lihat sejauh mana pemain junior Indonesia dibanding negara lainnya yang ikut serta seperti Korea dan Thailand,” ujarnya.

Bulu tangkis

Susi Susanti, legenda bulu tangkis yang sulit dicari gantinya. (Foto: Reps-Id)

Indonesia yang diwakili oleh sejumlah klub seperti Jaya Raya Jakarta dan Jaya Raya Jogja berharap nomor tunggal akan banyak bicara. Masa depan pemain tunggal putri dan putra di Indonesia sendiri saat ini sudah tertinggal jauh, bahkan dari Thailand. Padahal di masa lalu, negara-negara Asia gentar ketika mengetahui bahwa lawan mereka dari Indonesia.

“Saya harap nomor tunggal bisa juara. Sebagai persiapan di masa depan juga. Untuk ganda, saat ini para pemain kita sudah bisa meraih prestasi. Sayangnya di nomor tunggal belum bisa maksimal,”keluhnya.

Halaman

1 2

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar