Ngangkring: Enak Zaman Soeharto Atau Jokowi?

Meski sekarang nyari kerja susah, di mana-mana berita nggak enak, tapi kita masih bisa ngangkring sambil ngomongin pemerintah

BERITA JOGJA – Wacana kerinduan akan zaman Orde Baru (Orba) mengemuka dua tahun terakhir. Karut marutnya kondisi ekonomi dan sosial kekinian menimbulkan kekangenan pada masa Orba pimpinan Soeharto yang terkesan damai dan terkendali. Terlebih makin seringnya aksi teror bom yang muncul dari zaman reformasi sampai kekinian membuat wacana itu makin mengemuka.

Ilustrasi Jokowi (Istimewa)

Ilustrasi Jokowi (Istimewa)

Jarwo, pedagang angkringan di bilangan Wijilan sedikit sepakat dengan wacana itu. Pria ramah berusia 50 tahun ini menilai orde baru memang sedikit lebih nyaman dibanding kekinian. “Di zaman Pak Harto, enggak sering ada bom-bom seperti sekarang. Aman lah. Tapi ya ada ngerinya juga, enggak bisa bebas lah seperti sekarang,” ceritanya.

Agus Pelor, yang sedang ngangkring di Angkringan Jarwo setuju. Saat zaman Orba, menurutnya Jogja tidak semerawut seperti sekarang. Lalu Lintas masih dikuasai bus dan angkot. “Dulu kan soale kredit motor itu susahe ora njamak Pak. Yang bisa beli motor kan orang-orang kaya thok, yang lainnya ya numpak bus,” katanya.

Tapi Agus punya pendapat lain di mana era kekinian ada enaknya daripada Orba. Salah satunya bebas bicara dan kritik pemerintah. “Di FB banyak yang sudah bebas ngomyang, kalau dulu bisa hilang itu orang. Dulu juga belum ada FB ya soale Pak,” katanya.

Untuk keamanan, stabilitas ekonomi, dan kondisi sosial era Orba memang bisa mengendalikannya. Tapi, tidak dengan demokrasi dan kebebasan berpendapat seperti kata Agus. Satrio, rekan Agus berpendapat soal hal ini. “Meski sekarang nyari kerja susah, di mana-mana berita nggak enak, tapi kita masih bisa ngangkring sambil ngomongke pemerintah. Dulu kalau ngomongke pemerintah di angkringan, bisa enggak pulang ke rumah, tapi ke mana dulu gitu,” katanya lalu tertawa.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar