Ombudsman Jogjakarta Temukan Pungutan Liar Sekolah

BERITA JOGJA – Ombudsman Jogjakarta menemukan sejumlah sekolah yang masih melakukan pungutan tidak jelas saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2015. Temuan ini ditemukan Ombudsman ketika menyidak proses PPDB ke sekolah SD/MI, SMP/MTS dan SMA/SMK/MAN di lima kabupaten/kota di Jogjakarta. Dari hasil penelusuran, ditemukan modus pungutan berupa tarikan uang seragam yang nilainya tidak wajar, iuran […]

BERITA JOGJA – Ombudsman Jogjakarta menemukan sejumlah sekolah yang masih melakukan pungutan tidak jelas saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2015. Temuan ini ditemukan Ombudsman ketika menyidak proses PPDB ke sekolah SD/MI, SMP/MTS dan SMA/SMK/MAN di lima kabupaten/kota di Jogjakarta.

jogja mahal

Istimewa

Dari hasil penelusuran, ditemukan modus pungutan berupa tarikan uang seragam yang nilainya tidak wajar, iuran infak, iuran ekstrakurikuler, dan asuransi bagi siswa. Selain itu, pungutan tersebut tidak disampaikan melalui edaran dengan disertai rincian penggunaannya, namun hanya disampaikan kepada wali murid secara lisan saat pertemuan wali murid.

“Kami temukan banyak harga kain seragam yang dipatok sekolah, relatif lebih tinggi dibandingkan harga pasar. Ada uang seragam untuk harga kain sebanyak lima stel nilainya Rp950 ribu dan hanya seragam olahraga yang sudah jadi. Bahkan ada yang sampai satu paket seragam mencapai Rp 1,9 juta, ini kan sangat memberatkan wali murid,” terang Wakil Ketua Bidang Pembinaan Dan Pengembangan Sektor Swasta Lembaga Ombudsman Jogjakarta, Hanum Aryani.

Ombudsman juga menemukan biaya lainnya yang dibebankan pada wali murid peserta didik baru. Antara lain biaya daftar ulang padahal sudah jelas dibiayai BOS. “Ada juga biaya daftar ulang yang sebenarnya sudah sangat jelas itu dibiayai BOS, namun tetap masih dipungut,” imbuhnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar