Pagar Sepanjang Malioboro Tak Ramah Disabilitas

Oleh Maya Eka,

Pagar berwarna oranye yang dipasang Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja di sepanjang Malioboro dikritik penyandang disabiltas.

BERITA JOGJA – Pagar berwarna oranye yang dipasang Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja di sepanjang Malioboro hingga titik nol mendapat keluahan dari sejumlah penyandang disabilitas. Sebab pagar tersebut justru menyulitkan disabilitas.

Pagar berwarna oranye di sepanjang Malioboro menyulitkan penyandang disabilitas. (Foto: Istimewa)

Pagar berwarna oranye di sepanjang Malioboro menyulitkan penyandang disabilitas. (Foto: Istimewa)

Ginanjar, salah seorang mahasiswa disbilitas tunanetra mengaku kesulitan ketika berjalan di sepanjang Malioboro. Hal itu dialaminya ketika berkunjung di titik nol, beberapa hari lalu.”Harusnya ada jalur khusus buat tuna netra, tapi ternyata dihalangi pagar,” keluhnya, Minggu (17/1).

Dia menilai seharusnya kebijakan pemerintah dalam penataan ruang juga harus memiliki perspektif yang ramah disabilitas. “Mungkin niatnya baik, supaya jalannya memang benar untuk penjalan kaki saja. Tapi nggak kebayang kalau orang pakai kursi roda, jalannya sempit dan berundak. Jalur khusus kursi roda justru ditutupi pagar,” ujarnya.

Tidak hanya Ginjar saja yang protes. Keluhan terkait pagar di sepanjang Malioboro juga merebak di media sosial. Salah satu akun Facebook Bambang Muryanto memposting foto pagar orange tersebut.

“Jika kawasan malioboro diberi pagar yang mirip tempat menjemur pakaian ini, bagaimana difabel bisa mengakses trotoar dengan nyaman dan aman? Katanya Provinsi DIY punya peraturan daerah untuk memenuhi hak kaum difabel tetapi mengapa tidak ramah terhadap difabel?” tulisnya dalam status Facebook, Sabtu (16/1).

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar