Paguyuban Pasar Lama Prambanan Keluhkan Sikap Lembek Pemkab

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Paguyuban Pasar Prambanan menuntut ketegasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengenai persoalan pemindahan para pedagang pasar dari Pasar Lama ke Pasar Sementara yang digunakan sembari menunggu Pasar Baru seleksai dibuat. Pasalnya, tiga bulan setelah menempati Pasar sementara, para pedagang mendadak kembali ke lokasi yang lama. Ketua Paguyuban Pasar Prambanan, Zainudin, membeberkan bahwa saat […]

BERITA JOGJA – Paguyuban Pasar Prambanan menuntut ketegasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengenai persoalan pemindahan para pedagang pasar dari Pasar Lama ke Pasar Sementara yang digunakan sembari menunggu Pasar Baru seleksai dibuat. Pasalnya, tiga bulan setelah menempati Pasar sementara, para pedagang mendadak kembali ke lokasi yang lama.

Paguyuban Pasar Prambanan

Istimewa

Ketua Paguyuban Pasar Prambanan, Zainudin, membeberkan bahwa saat ini jumlah para pedagang yang kembali berjualan di Pasar Lama Prambanan masih 225 orang. “Kami minta ketegasan Pemkab Sleman dan Dinas Terkait tentang pemindahan kami. Saat ini saja masih menyisakan 225 pedagang yang kembali berdagang di pasar lama,” tuntut Zainudin.

Ia menambahkan bahwa alasan banyak pedagang kembali ke wilayah lama karena di pasar sementara relatif sepi pembeli. Selain itu, jauhnya wilayah dengan pusat keramaian menjadi alasan lain. Kembalinya sejumlah pedagang ini, prediksi Zainudin, akan menimbulkan kecemburuan sosial.

“Saat sosialisasi di Kantor Kecamatan kemarin semua sudah setuju pindah. Hanya saja kok kembalinya pedagang ke pasar lama seakan dibiarkan saja. Padahal sudah jelas ada yang nggondeli mereka di pasar lama,” tambahnya.

Terpisah, Camat Prambanan, Abu Bakar, S.sos membenarkan bahwa saat sosialisasi para pedagang dan Dinas Pasar sudah setuju dengan pemindahan. Ancaman bagi para pedagang yang bandel juga sudah disepakati. “Ancaman Dinas waktu itu siapa saja yang tidak mau pindah ke pasar sementara, tidak akan mendapat kios,” bebernya.

Abu Bakar juga membenarkan soal kembalinya para pedagang. Ia bahkan juga sudah beberapa kai menyidak pasar lama dan memeringatkan para pedagang. “Kucing-kucingan kita sama pedagang. Diperingatkan agar pindah, eh enggak taunya balik lagi, balik lagi, benar mungkin ada yang nggondeli itu,” tambah Abu Bakar.

Persoalan ini sendiri sudah dilaporkan langsung oleh Zainudin ke Bupati Sleman, Sri Purnomo via surat aduan. Namun hingga saat ini Bupati dan Dinas terkait sendiri belum memberikan jawaban. “Kami minta secepatnya dijawab mengapa seperti ada pembiaran. Kalau tidak berarti memang ada orang dalam yang main,” tuntut Zainudin

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar