Pakar: Hukum Acara di Indonesia Membingungkan

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Selama sepekan terakhir banyak terduga koruptor melayangkan gugatan praperadilan. Meski bermaterikan hukum pidana yang sama, tak semua praperadilan dikabulkan. Diterima atau tidaknya praperadilan memang jadi pandangan akhir pejabat yang berwenang. Kendati demikian, adanya perbedaan pandangan ini berdampak pada pengajaran akademis. Tidak sedikit para dosen pidana yang mengeluhkan hal tersebut pada pengacara senior, […]

BERITA JOGJA – Selama sepekan terakhir banyak terduga koruptor melayangkan gugatan praperadilan. Meski bermaterikan hukum pidana yang sama, tak semua praperadilan dikabulkan.

Kasus Sebrat

Istimewa

Diterima atau tidaknya praperadilan memang jadi pandangan akhir pejabat yang berwenang. Kendati demikian, adanya perbedaan pandangan ini berdampak pada pengajaran akademis. Tidak sedikit para dosen pidana yang mengeluhkan hal tersebut pada pengacara senior, Purwono SH.

“Dosen pidana banyak yang sharing tentang kacaunya hukum acara ini. kelahiran Surakarta 16 Desember 1965 ini. ¬†Yang mereka ajarkan ke mahasiswa soal materi Hukum Acara mau pakai contoh yang mana. Ada yang diterima, ada yang tidak padahal materi hukumnya sama. Agak membingunkan memang hukum acara ini,” jelasnya.

Oleh karena itu ia berharap para pejabat yang berwenang jangan jumawa. Artinya para pejabat yang berwenang harus kembali mengupas kasus tidak hanya di pengadilan. “Tapi juga kerangka teoritisnya. Jangan berhenti belajar,” tutupnya ketika ditemui di PN Sleman baru-baru ini.

 

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar