Pasang Bendera di CCTV Pemantau Merapi, Lima Pendaki Dipanggil BPPTKG

Oleh Kresna,

Para pendaki mengaku tidak kalau bendera yang mereka pasang menutupi CCTV Gunung Merapi

Pendaki Nakal yang Memasang Bendera di Tiang CCTV Merapi (Istimewa)

Pendaki Nakal yang Memasang Bendera di Tiang CCTV Merapi (Istimewa)

BERITA JOGJA – Lima orang pendaki dari komunitas Adventure 54 Salatiga, dipanggil oleh BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) Jogjakarta karena memasang bendera di tiang CCTV yang digunakan untuk memantau aktivitas Gunung Merapi, Kamis (29/10). Akibat pemasangan bendera tersebut, pemantauan Gunung Merapi mengalami gangguan selama beberapa hari.

Saat dipanggil oleh BPPTKG, Septian, salah seorang dari lima orang pendaki Gunung Merapi tersebut mengakui perbuatannya. Menurut pengakuan Septian, dirinya tidak mengetahui bahwa tiang yang dipasanginya bendera komunitas Adventure 54 Salatiga itu adalah tiang CCTV pemantau aktivitas Gunung Merapi.

“Saya memasangnya Senin (26/10) kemarin. Saya tidak tahu kalau bendera yang saya pasang menutupi CCTV Gunung Merapi. Makanya kami datang ke sini untuk meminta maaf,” ujar Septian saat ditemui di Kantor BPPTKG Jogjakarta.

Menanggapi pemasangan bendera yang menutupi tiang CCTV, Kepala BPPTKG DIY, I Gusti Made Agung Nandaka menjelaskan bahwa bendera yang dipasang pendaki tersebut bisa berakibat fatal. Sebab, kamera CCTV tertutup sehingga mengganggu pemantauan kondisi kawah bawah Gunung Merapi. Pemasangan bendera di tiang CCTV pun dianggap oleh Made sebagai sebuah aktivitas yang membahayakan orang lain.

Made menambahkan bahwa sebenarnya dirinya tidak bisa menerima alasan kelima pemdaki gunung yang mengaku tidak tahu perbuatannya membahayakan orang lain. Sebab, menurut Made, setiap pendaki Gunung Merapi selalu diberitahu aturan mana yang boleh dilakukan maupun yang tidak boleh dilakukan.

“Tapi ya sudahlah, kami maafkan. Tadi kami ajak para pendaki itu berkeliling kantor BPPTKG. Kita beritahu pentingnya CCTV itu. Kita lihatkan ruang pantau. Ini buat pembelajaran bagi mereka juga,” jelas Made.

Made pun berpesan kepada Septian dan teman-temannya untuk menyampaikan kepada pendaki lainnya agar tidak melakukan hal yang serupa.

“Kita tidak ada sanksi, mungkin nanti dari TNGM yang akan beri sanksi,” pungkas Made.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar