Pawai Ogoh-ogoh Bikin Warga Jogja Serasa di Bali

Oleh Kresna,

BERITA JOGJA – Pawai ogoh-ogoh dalam rangka peringatan hari raya Nyepi yang baru pertama kali digelar di Jogja mendapat sambutan meriah dari warga, Jumat (20/3). Ribuan warga Jogja berbondong-bondong memadati Malioboro untuk menyaksikan ogoh-ogoh yang merupakan ciri khas daerah Bali. Tidak seperti pawai-pawai biasanya, dalam pawai ogoh-ogoh ini tidak ada alunan gamelan Jogja, yang ada […]

Pawai ogoh-ogoh di Malioboro menyita perhatian ribuan warga Jogja

Pawai ogoh-ogoh di Malioboro menyita perhatian ribuan warga Jogja

BERITA JOGJA – Pawai ogoh-ogoh dalam rangka peringatan hari raya Nyepi yang baru pertama kali digelar di Jogja mendapat sambutan meriah dari warga, Jumat (20/3). Ribuan warga Jogja berbondong-bondong memadati Malioboro untuk menyaksikan ogoh-ogoh yang merupakan ciri khas daerah Bali.

Tidak seperti pawai-pawai biasanya, dalam pawai ogoh-ogoh ini tidak ada alunan gamelan Jogja, yang ada musik tradisional khas Bali dan suara cak-cak-cak-cak laiknya pentas tari Kecak di Bali. Hal itu yang membuat warga Jogja begitu antusias untuk menonton pawai tersebut.

Salah satunya adalah Nurhasanah, warga Janturan, Umbulharjo. Dia mengaku senang dengan ada pawai ogoh-ogoh tersebut karena dia bisa merasa seperti di Bali meski dia belum pernah ke Bali. “Kayak di Bali, saya memang belum pernah ke Bali sih, tapi ini beda dari biasanya, nggak ada Bregodo-nya,” ungkapnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ni Putu Jayanti, mahasiswi asal Bali yang mendadak kangen kampung halamannya gara-gara melihat pawai ogoh-ogoh. “Jadi pengen pulang. Kangen suasana di Bali,” ujarnya.

Safitri, mahasiswi Universitas Gajah Mada yang sengaja datang untuk menonton pawai ogoh-ogoh juga berpendapat sama. Dia mengaku tertarik datang menonton pawai karena baru pertama kalinya ada pawai ogoh-ogoh di Jogjakarta. “Inikan perayaan Nyepi, di Jogja ada pawai ogoh-ogoh, seru aja. Jadi berasa di Bali,” katanya.

Dia pun menyarankan supaya kerap dibuat pawai-pawai serupa dengan menampilkan kekhasan daerah-daerah lain di Indonesia.

“Kalau ada pawai dari Dayak, Palembang, Aceh, Papua, pasti akan lebih seru, jadi orang bisa mengenal kebudayaan sambil refresing di Malioboro,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar