Pedagang Awul-Awul: Ada Pihak yang Mau Bangkrutkan Kami

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Pekan lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengimbau warga agar tidak membeli pakaian bekas impor. Melalui Sekda Sleman, dr.Sunartono, imbauan ini dikeluarkan berdalih perlindungan terhadap konsumen. Imbauan ini sekaligus meneruskan Surat Edaran Direktur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kementrian Perdagangan tentang pakaian bekas impor. Ia mengaku kementrian sendiri sudah melakukan uji bakteri terhadap […]

BERITA JOGJA – Pekan lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengimbau warga agar tidak membeli pakaian bekas impor. Melalui Sekda Sleman, dr.Sunartono, imbauan ini dikeluarkan berdalih perlindungan terhadap konsumen.

Pakaian bekas impor

Pemkab larang warga beli pakaian bekas impor (Foto: Istimewa)

Imbauan ini sekaligus meneruskan Surat Edaran Direktur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kementrian Perdagangan tentang pakaian bekas impor. Ia mengaku kementrian sendiri sudah melakukan uji bakteri terhadap pakaian bekas impor.

“Konsumen enggak aman karena dari pengujian ditemukan cemaren bakteri dan jamur patogen. Selain itu kandungan mikroba pada pakaian bekas cukup besar,” tambahnya

Adanya imbauan ini membuat sejumlah pedagang pakaian bekas impor di Sleman kecewa. Pasalnya mereka menilai Pemkab tidak pernah turun langsung melihat dan mencari fakta di lapangan. Nurhayati, salah seorang pedagang pakaian bekas impor di Jalan Kaliurang Km 5 misal, menduga ada oknum yang ingin mematikan bisnis pakaian bekas impor di Sleman melalui Pemkab.

“Lima tahun sudah enggak ada yang protes badannya gatal atau kena penyakit. Kami juga enggak sembarangan display baju yang belum dicuci. Pasti ada yang mau bikin usaha kami bangkrut aja itu,” katanya, Kamis (26/3) pagi.

Begitu juga dengan Agus R, pedagang pakaian impor di Perempatan Condongcatur, Sleman. Ia menilai imbauan ini secara tidak langsung mematikan bisnisnya. Usai adanya imbauan itu ia mengaku pembeli jadi berkurang sejak satu pekan terakhir. “Kami ini orang kecil. Jadi kalau mau bilang usaha pakaian bekas merugikan kesehatan, mbok ya ada buktinya. Begini-begini kami juga warga Sleman,” keluhnya

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar