Pelaku Pembacokkan Berantai di Jogja Mulai Diancam Hukum Berat

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Pelaku pembacokan berantai yang sempat meresahkan masyarakat lewat isu Geng Raden Kian Santang, Faqih Amrullah, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Selasa (30/6) siang. Tak tanggung-tanggung, tiga persidangan sekaligus dijalani pria asal Manukan, Sleman ini dengan dakwaan penganiayaan berat dan mengakibatkan kematian. Faqih didakwa melanggar Pasal 338 KUHP yang dengan […]

BERITA JOGJA – Pelaku pembacokan berantai yang sempat meresahkan masyarakat lewat isu Geng Raden Kian Santang, Faqih Amrullah, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Selasa (30/6) siang. Tak tanggung-tanggung, tiga persidangan sekaligus dijalani pria asal Manukan, Sleman ini dengan dakwaan penganiayaan berat dan mengakibatkan kematian.

Hukum

ilustrasi Hufington Post

Faqih didakwa melanggar Pasal 338 KUHP yang dengan sengaja merampas nyawa orang lain. Ia juga didakwa melanggar pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat dan melanggar Pasal 76 C Jo 80 ayat (2) UU 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

“Terdakwa bersama saksi ERA, terdakwa dalam kasus yang sama sekitar pukul 23.30 WIB berpapasan dengan korban Nailul Mazda yang langsung dibacok menggunakan pedang sepanjang 65 cm. Terdakwa mengaku melampiaskan kemarahannya pada orang lain setelah di rumahnya dimarahi,” kata Bagus membacakan dakwaan di depan Hakim I Gede Saptawan.

Di malam yang sama, Jaksa mengatakan bahwa terdakwa juga melakukan penganiayaan terhadap saksi korban Bernardino Philbert di kawasan Karangsari Wedomartani. Dengan senjata yang sama terdakwa menyabet korban yang tengah melintas di kawasan Karangsari Wedomartani hingga membuat korban terluka parah di bagian pipi.

Sementara itu dalam amar dakwaan ketiga yang dibacakan Jaksa Sari Nur Hayati SH, terdakwa juga melakukan penyabetan terhadap korban Davit Eko Prasetyo yang mengakibatkan luka sabetan pedang di bahu kanan.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar