Pembobol ATM BRI Hanya Butuh Waktu Dua Menit

BERITA JOGJA – Kasus perampokan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BRI yang berada di sebelah toko Pamela 6, Jalan Nusa Indah,Condong Catur, Minggu (22/3) dini hari mulai menemukan titik terang. Pasalnya dari rekaman Close Circuit Television (CCTV) yang tengah diperiksa oleh Polsek Depok Timur menunjukkan bahwa dimungkinkan adanya keterlibatan orang dalam pada kasus perampokan ATM tersebut. […]

BERITA JOGJA – Kasus perampokan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BRI yang berada di sebelah toko Pamela 6, Jalan Nusa Indah,Condong Catur, Minggu (22/3) dini hari mulai menemukan titik terang. Pasalnya dari rekaman Close Circuit Television (CCTV) yang tengah diperiksa oleh Polsek Depok Timur menunjukkan bahwa dimungkinkan adanya keterlibatan orang dalam pada kasus perampokan ATM tersebut.

Pembobolan ATM

Kapolsek Depok Timur, AKP Danang Kuntadi tengah menunjukkan hasil rekaman CCTV dari ATM BRI Pamella 6 yang dibobol oleh pencuri, Senin (23/3) siang. (Foto: Cahyo PE)

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kapolsek Depok Timur, AKP Danang Kuntadi bahwa pelaku hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua menit untuk membobol ATM. Menurutnya sangat dimungkinkan pelaku sudah mengetahui nomor PIN box ATM.

“Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku menggenakan celana pendek pake jamper dan menggunakan helm. Pelaku masuk ke ATM sekitar pukul 01.00 WIB saat hujan deras. Anehnya, pelaku saat masuk ke ATM dalam kondisi kering. Dimungkinkan pelaku tidak sendirian. Pelaku juga diduga sangat hapal dengan lokasi ATM. Sebab pelaku sama sekali tidak pernah melihat ke arah atas yang ada CCTV-nya,” jelas Danang kepada Beritajogja.id, Senin (23/3) siang.

Selain diduga paham lokasi ATM, menurut Danang, pelaku juga sangat paham dengan mesin ATM yang berhasil dibobolnya. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak ditemukan kerusakan yang berarti.

“Tidak ada kerusakan yang parah. Asumsi awal kami, petugas pengisian lupa untuk menggembok ATM. Ternyata dari rekaman CCTV gembong memang dijebol dan pelaku tahu nomor PIN yang ada di box ATM,” ungkap Danang

Danang menuturkan bahwa sejak Minggu (22/3) kemarin, pihaknya sudah memeriksa enam orang saksi yang terdiri dari pihak pelapor, bank BRI dan petugas jasa pengisian ATM. Hari ini,Senin (23/3), Polsek Depok Timur merencanakan akan memanggil 20 orang saksi lagi untuk diperiksa keterangannya. 20 orang tersebut merupakan para petugas jasa pengisian ATM yang tahu PIN box ATM tersebut. Akibat kasus pembobolan ATM tersebut, pihak BRI mengalami kerugian sebesar Rp255 juta.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar