UGM teliti umbi-umbian pengganti gandum

Peneliti UGM Teliti Umbi-umbian Pengganti Gandum

Oleh Kresna,

BERITA JOGJA – Kebutuhan gandum diprediksi akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan adanya globalisasi perdagangan pangan dunia. Namun kenyataannya, Indonesia belum mampu memproduksi gandum secara komersial sementara program diversifikasi juga pangan belum gencar dilaksanakan. Dampaknya, impor gandum dari tahun ke tahun kian meningkat. Pada tahun 2010-2011, impor gandum mencapai 7,4 juta ton […]

BERITA JOGJA – Kebutuhan gandum diprediksi akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan adanya globalisasi perdagangan pangan dunia. Namun kenyataannya, Indonesia belum mampu memproduksi gandum secara komersial sementara program diversifikasi juga pangan belum gencar dilaksanakan. Dampaknya, impor gandum dari tahun ke tahun kian meningkat. Pada tahun 2010-2011, impor gandum mencapai 7,4 juta ton dan naik menjadi 7,8 juta ton pada tahun 2011-2012.

UGM teliti umbi-umbian pengganti gandum

UGM teliti umbi-umbian pengganti gandum

Besarnya ketergantungan Indonesia pada impor gandum ini menjadi keprihatinan dari Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) Universitas Gadjah Mada. Peneliti PSPG, Eni Harmayani mengatakan pengembangan umbi-umbian sebagai pangan lokal diharapkan mampu mengurangi impor gandum serta menjadi komponen pangan fungsional. Meski begitu, imbuhnya, masih ada anggapan yang masih beredar di masyarakat tentang umbi-umbian sebagai makanan kelas dua sehingga kurang diminati.

“Pengembangan umbi-umbian sebagai pangan fungsional diyakini bisa meningkatkan posisi umbi-umbian,” kata Eni.

Bukan sekedar sebagai alternatif pengganti terigu, katanya, umbi-umbian dapat menjadi pangan pilihan yang bernilai tinggi dengan berbagai aplikasi. Diantaranya sebagai bahan utama maupun bahan pendukung untuk produk-produk bakery, snack, biskuit dan lainnya.

“Dari segmen biskuit, jenis cookies, wafer, dan crackers menyumbang kontribusi terbesar sebanyak 85 persen. Karenanya potensi pengembangan cookies yang mengandung prebiotik dari umbi-umbian lokal cukup besar,” tururnya.

Beberapa pangan lokal yang dijadikan sebagai alternatif pengganti terigu kata Umar diantaranya garut, ubi jalar, singkong, ganyong, dan  gembili.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar