Pengacara Dosen FEB UGM Nilai Replik Jaksa Lemah

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Replik Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wiwik Triatmini SH yang tetap pada tuntutan enam bulan terhadap SSS, dosen FEB UGM yang didakwa melanggar Pasal 372 KUHP soal pembelian kondotel tidak dapat diterima. Hal ini disampaikan kuasa hukum terdakwa Dedy Rukmadi dan Heru Sulistyo dalam duplik di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Kamis (28/5) sore. […]

BERITA JOGJA – Replik Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wiwik Triatmini SH yang tetap pada tuntutan enam bulan terhadap SSS, dosen FEB UGM yang didakwa melanggar Pasal 372 KUHP soal pembelian kondotel tidak dapat diterima. Hal ini disampaikan kuasa hukum terdakwa Dedy Rukmadi dan Heru Sulistyo dalam duplik di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Kamis (28/5) sore.

Kasus Sebrat

Istimewam

Membaca duplik, Kuasa Hukum kebingungan dengan replik Jaksa yang bersikukuh menjadikan saksi memberatkan dari pihak VD. duplik juga mempertanyakan replik yang memuat keterangan VD di pengadilan yang mengaku sudah mendapatkan uang muka saat ditanya oleh saksi AH yang membeli kondotel.

“Berulang kali kami mendengarkan keterangan saksi di pengadilan, bahwa saat ditanya apakah uang muka sudah sampai, VD menjawab,’Sudah Bapak terima kasih Bapak’,” tegasnya.

Sidang sendiri akan dilanjutkan dua pekan lagi untuk mendengar putusan hakim.Kasus ini sendiri bermula ketika SS mulai mengenal VD di pusat kebugaran di Jogja Plaza Hotel. Saksi VD pada SS mengenalkan diri sebagai pelaku bisnis property dan mengaku mengelola aset triliunan.

Selanjutnya terdakwa mengenalkan AH pada VD yang dilanjutkan dengan pembelian lima buah condotel seharaga Rp850 juta per unit yang diangsur selama tujuh bulan dengan uang muka sebesar Rp500 juta yang akan dibayarkan pada 10 Mei 2013. Menganggap SS belum membayarkan uang muka, VD lalu melaporkannya pada polisi

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar