Pengacara Mary Jane Pede PK Dikabulkan

Oleh Kresna,

BERITA JOGJA – Kasus terpidana mati Mary Jane kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Rabu (4/3) pagi dengan agenda Peninjauan Kembali (PK) atas vonis mati yang diberikan pada perempuan asal Filipin ini. Sidang yang dipimpin oleh hakim Marilius SH ini menghasilkan putusan bahwa permintaan PK ini akan diteruskan ke Mahkamah Agung (MA). Kendati demikian, […]

BERITA JOGJA – Kasus terpidana mati Mary Jane kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Rabu (4/3) pagi dengan agenda Peninjauan Kembali (PK) atas vonis mati yang diberikan pada perempuan asal Filipin ini.

Premanisme dan geng pelajar

Sidang yang dipimpin oleh hakim Marilius SH ini menghasilkan putusan bahwa permintaan PK ini akan diteruskan ke Mahkamah Agung (MA). Kendati demikian, tim kuasa hukum Mary Jane percaya diri bahwa PK akan dikabulkan MA. Salah seorang penasehat hukum Mary Jane, Agus Salim, menjelaskan ada dua sebab yang membuat timnya yakin.

“Pertama ketidaktahuan Mary Jane akan narkoba yang disimpan dalam tasnya. Kedua karena persoalan bahasa,” katanya usai persidangan di Ruang Sidang I PN Sleman.

Ia membandingkan kasus kliennya dengan Nothanam M.Saichon, WNA Thailand yang juga sempat divonis mati oleh PN Tangerang. Perbedaannya, Mary Jane tidak sengaja membawa narkoba ke Indonesia seperti Nothanam. “Kasusnya (Nothanam) lebih parah. Dia sengaja bawa narkoba sampai ke dalamannya, sedangkan Mary Jane enggak. Nyatanya, Nothanam mendapat keringanan jadi hukuman sumur hidup” katanya.

Begitu juga dengan persoalan bahasa. Nothanam juga tidak bisa berbahasa Indonesia dan Inggris seperti Mary. Kendala bahasa itu pula yang membikin Nothanam diringankan hukumannya. “Apalagi waktu tes urine, Nothanam positif sedangkan Mary negatif. Jadi kami yakin PK akan dikabulkan,” tegasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar