Pengunggah Foto Kriminal ke Medsos Bisa Dipidana

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Media sosial (Medsos) seperti Facebook, Twitter, atau yang bersifat privat seperti path dan Instagram sudah jadi kebutuhan penting. Namun,penggunaannya sendiri kerap kebablasan. Contohnya ada pihak-pihak yang memamerkan foto pelaku kejahatan ke medsos. Tragisnya, wajah pelaku kejahatan bonyok karena dipukuli ditambah tulisan yang provokatif. Unjuk pamer para pelaku main hakim sendiri ini juga […]

BERITA JOGJA – Media sosial (Medsos) seperti Facebook, Twitter, atau yang bersifat privat seperti path dan Instagram sudah jadi kebutuhan penting. Namun,penggunaannya sendiri kerap kebablasan. Contohnya ada pihak-pihak yang memamerkan foto pelaku kejahatan ke medsos. Tragisnya, wajah pelaku kejahatan bonyok karena dipukuli ditambah tulisan yang provokatif.

Media Sosial

Istimewa

Unjuk pamer para pelaku main hakim sendiri ini juga bisa masuk tindak pidana pencemaran nama baik. Seperti yang dipaparkan Dr. Achiel Suyanto SH MH, Wakil Ketua Dewan Pengawas Perhimpunan Advocat Indonesia (Peradi) bahwa jika ada orang yang melihat pelaku tindak kejahatan, secara tidak langsung ia terbebani kewajiban untuk melapor pada yang berwajib.

“Bukan memukuli lalu di-upload ke Facebook. Itu bisa kena tindak pidana pencemaran nama baik yang upload. Sewaktu ditangkap warga, dan meski melakukan kejahatan, dia dalam posisi yang belum sah bersalah. Soalnya yang berhak memutuskan pelaku bersalah atau tidak ya pengadilan. Sebelum itu, wooo enggak bisa. Bisa dipidana,” tegas pengacara senior ini.

Hal ini diamini Adnan Pambudi, Direktur Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) Jogjakarta. Menurut Adnan, orang yang main hakim sendiri sejatinya bisa dituntut atau dilaporkan. Pasalnya, apa yang dilakukan adalah tindakan penganiayaan. “Istilahnya itu Eigen Richting, yaitu tindakan main hakim sendiri. Pelaku kejahatan belum tentu bersalah karena yang berhak menentukan adalah pengadilan. Adanya pemukulan terhadap pelaku ditambah di-upload ke FB sebagai ajang pamer ini sama saja melecehkan rasa kemanusiaan,” tambahnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar