Perak Kota Gede

Perak Kota Gede: Jaya 40-an, Lemah Tahun 90-an

Oleh Nur Janti,

BERITA JOGJA – Kerajinan perak merupakan satu hal yang khas dari Kota Gede. Mulanya tahun 1930an mulai muncul para pengrajin dan pengusaha perak di Kota Gede. Orang Belanda yang tinggal di Jogja pun menyukainya sampai sempat menjadi booming. Untung pun mengalir ke kantong para pengrajin. Kesuksesan para pengrajin perak ini kemudian menarik minat masyarakat Kota […]

BERITA JOGJA – Kerajinan perak merupakan satu hal yang khas dari Kota Gede. Mulanya tahun 1930an mulai muncul para pengrajin dan pengusaha perak di Kota Gede. Orang Belanda yang tinggal di Jogja pun menyukainya sampai sempat menjadi booming. Untung pun mengalir ke kantong para pengrajin.

Perak Kota Gede

Istimewa

Kesuksesan para pengrajin perak ini kemudian menarik minat masyarakat Kota Gede untuk turut menjadi pengrajin perak. Akhirnya, pada 1940 muncul banyak pengrajin perak. Hampir di seluruh kampung di wilayah kota gede dihuni para pengrajin perak.

Sebab makin banyaknya pengrajin perak yang ada di Kota Gede, akhirnya pada 1951 berdiri Persatuan Pengusaha Perak Kota Gede. Dan sembilan tahun kemudian, tepatnya tanggal 9 Februari terbentuk koperasi produksi pengrajin perak, bernama Koperasi Produksi Pengusaha Perak Yogyakarta (KP3Y).

Namun, krisis moneter yang melanda Indonesia tahun 1998 meruntuhkan kejayaan usaha perak. Banyak pengusaha yang gulung tikar atau menggabungkan perusahaannya. Penyebabnya tak lain karena bahan baku pembuatan perak yang makin mahal dan sedikitnya penerus perusahaan karena jarang yang tertarik pasca 1940.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar