mahasiswa tahun90an

Perbedaan OSPEK Mahasiswa 90an di Jogja dengan Kekinian

Oleh azkamaula,

OPSEK generasi 90an kayaknya lebih seru dibanding sekarang

mahasiswa tahun90an

Istimewa

BERITA JOGJA – OSPEK sudah jadi budaya kampus. Sejak dulu ritus ini kerap dilakukan untuk mengenalkan mahasiswa pada seluk beluk kemahasiswaan. Namun dibanding tahun 90an, misalnya, sudah banyak perubahan dalam OSPEK, mulai dari niat sampai penugasan. Seperti berikut ini perbedaannya.

Penugasan Tak Kreatif

Penugasan OSPEK kekinian tak sekreatif tahun 90an. Paling cuma disuruh bawa karton nama, toga dari karton, kain warna, sampai tas segitiga biru. Berbeda dengan dulu yang disuruh bawa tempe ukuran Panjang 6 cm lebar 3,29 cm sampai buah pisang yang sudah terpotong di dalamnya.

Srawung Terkikis

Zaman 90an dulu mahasiswa yang diberi penugasan di Jogja diwajibkan untuk srawung ke pedagang. Misalnya saat ditugasi membeli kertas buram yang dibubuhi cap bibir berlipstik pedagangnya. Mau enggak mau, mahasiswa tahun 90an bakal merayu si penjual buat cium itu kertas. Terjadi komunikasi yang ke depannya bakal membuat mahasiswa sama si pedagang bakal selalu ingat satu sama lain.

Banyak Penjual Penugasan

Saat ini sudah banyak penjual barang penugasan OSPEK di sekitar kampus. Beda dengan zaman 90an di mana mahasiswa kudu muter-muter Jogja buat cari barang penugasan.

Sekarang ini banyak mahasiswa yang memanfaatkan para pedagang ini. Ajaibnya, pedagang tahu betul apa yang dibutuhkan atau seperti apa penugasannya. Barangkali ada peran intelejen di bisnis ini.

Panitia Kebanyakan Jaga Citra

OSPEK bagi mahasiswa 90an itu hura-hura alias senang-senang. Tapi, dalam realitas kekinian kesenangan itu makin dibatasi. Maba disuruh panitia buat jaga citra Fakultas. Mahasiswa FMIPA salah satu perguruan tinggi di Jogja misalnya, melarang peserta OSPEK ketawa-ketiwi berlebihan hula-hula saat ada pertemuan antarmahasiswa baru saat OSPEK. Paling pol juga melambaikan sapu tangan saja.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar