Perkembangan Terkini Kasus Nata De Coco Palsu

Oleh Jatu Raya,

BERITA JOGJA – Akhir Maret lalu Sleman digemparkan dengan penggerebekan pabrik Nata De Coco oleh pihak kepolisian (Baca: Digrebek Polisi, Pemilik Nata De Coco Akui Mencampur Pupuk ZA). Polres Sleman menemukan pabrik yang terletak di Gamping tersebut membuat Nata De Coco menggunakan pupuk. DAP, pemilik pabrik tak bisa mengelak lagi ketika kepolisian menggerebek usahanya. Ia […]

BERITA JOGJA – Akhir Maret lalu Sleman digemparkan dengan penggerebekan pabrik Nata De Coco oleh pihak kepolisian (Baca: Digrebek Polisi, Pemilik Nata De Coco Akui Mencampur Pupuk ZA). Polres Sleman menemukan pabrik yang terletak di Gamping tersebut membuat Nata De Coco menggunakan pupuk.

Nata de Coco Pupuk ZA

Istimewa

DAP, pemilik pabrik tak bisa mengelak lagi ketika kepolisian menggerebek usahanya. Ia mengakui adanya penyampuran tersebut.”Untuk setiap Nata dicampurkan 100 liter air kelapa, 500 gram gula, dan 300 gram pupuk ZA,” bebernya.

Racikan ini tidak datang begitu saja laiknya mukjizat para nabi. Ia mendapatkannya dengan terlebih dahulu melakukan riset. Sejak 2010 ia belajar ke FTP UGM dan BPOM. Dengan racikannya ini ia mampu meraup untung sekitar Rp10 juta.

“Rp10 juta kotor. Itu juga belum gaji karyawan yang dibayar per hari. Ada yang Rp25 ribu ada juga Rp45 ribu,” tambahnya.

Penggunaan pupuk ZA sebagai bahan campuran ini tak bisa dibenarkan. Menurut Dosen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Muhammad Nur Cahyanto menegaskan hal tersebut. “Soalnya kandungan amonium sulfat dalam pupuk ZA bukan untuk makanan manusia,” tegasnya.

Usai digrebek, kepolisian kemudian menyelidiki persebaran Nata De Coco berbahaya tersebut. Kapolres Sleman, AKBP Farid Zulkarnaen mendapati bahwa produk buatan DAP sudah beredar di sejumlah swalayan dan toko berjejaring. Bahkan produknya juga dikirim ke luar Jogjakarta, tepatnya Bogor dan Bekasi.

“Menurut pengakuan DAP, sudah tersebar di swalayan dan toko berjejaring,” katanya singkat.

Selain diselidiki kepolisian, produk ini juga sudah dianalisa BPOM Jogjakarta. Namun sejauh ini pihak BPOM masih kesulitan dalam analisa. Pasalnya belum ada prosedur tentang hal ini.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar