Perlindungan Hukum Korban Bullying Medsos

Oleh Jatu Raya,

Negara melindungi mereka yang menjadi korban bullying di media sosial.

BERITA JOGJA – Korban bullying medsos sudah banyak. Ada siswi ayah siswi SMA yang ayahnya meninggal karena tak tahan melihat banyaknya serangan pengguna medsos pada anaknya. Ada pula pelaku kriminal anak yang mengalami gangguan psikis setelah diberitakan secara telanjang yang terviral di medsos.

Media Sosial

Media Sosial (Dok Istimewa)

Negara melindungi mereka yang menjadi korban bullying di media sosial. Bagi mereka yang namanya tercemar atau merasa dirugikan secara moral dan materil karena tindakan bullying ini bisa melaporkan pada pihak yang berwajib. Negara mengakomodasi itu dalam Pasal 108 ayat (1) dan ayat (6) Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana.

Ayat (1) berbunyi setiap orang yang mengalami, melihat, menyaksikan, dan atau menjadi korban peristiwa yang merupakan tindak pidana berhak mengajukan laporan atau pengaduan kepada penyelidik dan atau penyidik baik lisan atau tulisan. Selanjutnya dalam ayat (6) memuat bahwa setelah menerima laporan atau pengaduan, penyelidik atau penyidik harus memberikan surat tanda penerimaan laporan atau pengaduan kepada yang bersangkutan.

Begitu juga dengan tindakan penyebar kebencian. Negara juga melindungi mereka yang menjadi korban. Hal ini termuat dalam Surat Edaran Kapolri Nomor: SE/6/X/2015 tentang penanganan ujaran kebencian. Namun dalam surat itu, penanganan harus dilakukan secara preventif dulu. Misalnya kepolisian bisa menjadi mediator korban dan pelaku. Kalau tidak terjadi kesepakatan perdamaian, maka bisa diambil langkah hukum.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar