Pernyataan Resmi Teater Gadjah Mada Atas Isu Negatif di Medsos

Pernyataan resmi dari Teater Gadjah Mada menyikapi isu negatif di media sosial sebelum pentas.

BERITA JOGJA -Berikut adalah pernyataan resmi Teater Gadjah Mada atas merebaknya isu negatif di media sosial soal pentas drama yang digelar sebagai peringatan Dies Natalis Fisipol UGM.

Salah satu adegan dalam pentas Teater Gadjah Mada. (Foto:Teater Gadjah Mada)

Salah satu adegan dalam pentas Teater Gadjah Mada. (Foto:Teater Gadjah Mada)

Sabtu 12 Desember 2015, Teater Gadjah Mada (TGM) berencana mengadakan pertunjukan pra lakon (preview) berjudul “masihkah ada cinta d(ar)i Kampus Biru”. Pertunjukan tersebut adalah tafsir ulang dari novel “Cintaku di Kampus Biru” karya Ashadi Siregar. Novel “Cintaku di Kampus Biru” bercerita tentang kisah kehidupan mahasiswa di Kampus UGM.

Dalam pertunjukan “masihkah ada cinta d(ar)i Kampus Biru”, tokoh Anton (pernah diperankan oleh Roy Marten dalam versi film) diperankan oleh aktor perempuan. Dalam cerita kami, aktor perempuan tersebut tetap berperan sebagai sosok laki-laki seperti yang ada pada novel. Kami mengambil fokus relasi tokoh Yusnita dan Anton untuk menyampaikan problem-problem kontestasi kuasa dalam dunia ilmu pengetahuan.

Pertunjukan pralakon kami mendapat tanggapan negatif dari berbagai pihak. Tanggapan  tersebut bermula dari beredarnya poster pertama pertunjukan bergambar dua aktor perempuan berlatar belakang gedung pusat UGM (poster tersebut adalah hasil reka ulang dari poster film Cintaku di Kampus Biru sutradara Ami Priyono, bergambar Yati Octavia dan Roy Marten). Poster tersebut adalah rencana poster yang tidak disepakati untuk menjadi poster resmi pertunjukan. Kronologisnya sebagai berikut, di tanggal 4 Desember 2015, TGM mengusulkan poster tersebut kepada pihak panitia Dies Natalis Fisipol 2015 UGM  melalui Whatsapp.

Tim produksi juga menyebarkan poster bergambar dua perempuan tadi grup produksi internal. Poster yang semula kami ajukan tidak disetujui oleh panitia. Mereka khawatir akan timbul misinterpretasi atas gambar tersebut. Akhirnya, kami mengganti poster pertunjukan dengan sketsa wajah Ashadi Siregar dipadu backround warna biru pada tanggal 7 Desember 2015. Poster tersebut pun disetujui oleh pihak panitia Dies Natalis Fisipol 2015 UGM dan menjadi poster resmi pertunjukan yang kemudian kami sebar hanya melalui media-media sosial (Facebook, Twitter, Instagram, Line, dan Path). Di luar proses tersebut, poster pertama bergambar dua perempuan ternyata tersebar ke media-media sosial dan beberapa grup alumni Fisipol di Facebook. Poster tadi lalu menimbulkan keresahan publik. Saat itu, kami tetap melakukan latihan seperti biasanya.

Sehari sebelum pertunjukkan (11/12/15), kami menerima banyak tekanan dari media-media sosial (terutama Facebook) terkait poster pertama bergambar dua perempuan yang beredar.

Halaman

1 2 3 4

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar