Persamaan Stand By Me Doraemon dan AADC2

Oleh azkamaula,

Selain menonton film, penonton juga melihat lalu mengingat masa lalu masing-masing.

BERITA JOGJA – ABG 90-an di waktu kekinian dibuat heboh dengan film Stand By Me Doraemon pada 2014 lalu yang ditayangkan di banyak bioskop. Dari satu teater ke lainnya selalu dipenuhi penonton. Banyak yang menangis menyaksikan adegan Doraemon menangis saat menyaksikan Nobita melayang-layang dengan baling-baling bambu.

April nanti ABG 90-an juga bakal dibuat heboh lagi dengan mulai diputarnya film legendaris: Ada Apa dengan Cinta (AADC)2. Trailer lanjutan dari film yang dirilis pertama kali pada 2002 ini pun sudah mulai tayang di You Tube.

“Rangga, apa yang kamu lakukan ke saya itu JAHAT,” kata Cinta ke Rangga dalam sebuah adegan di trailer tersebut.

AADC2 (Dok Istimewa)

AADC2 (Dok Istimewa)

AADC2 diprediksi bakal menghebohkan mereka yang remaja di tahun 90-an atau di awal tahun 2000-an laiknya Doraemon. Keduanya menurut Psikolog Remaja, Rika Vira punya kesamaan.

“Kesamaan antara Stand By Me dan AADC2 itu satu. Selain menonton film, penonton juga melihat lalu mengingat masa lalu. Nonton Doraemon langsung teringat masa kecil yang ditemani film itu tiap minggu pagi, nonton AADC ingat gaya-gaya pacaran sama sahabatan zaman sekolah atau kuliah dulu,” terangnya.

Dalam psikologi ada istilah self-other. Istilah ini merujuk pada terbentuknya identitas atau kebiasaan yang ditempelkan dari sesuatu yang sangat berpengaruh. Begitu juga dengan film yang mampu menempelkan identitas ke pribadi individu.

“Misalnya saja pas nonton AADC dulu kita kepengaruh sama gaya berpakaian atau gaya berbahasa selama beberapa lama. Jadi memang persamaannya kita akan disuguhi memori masa lalu saat film itu diputar karena ada identitas diri yang terbentuk. Pasti bakal seru nonton AADC2-nya, saya sama teman-teman juga sudah enggak sabar nonton,” katanya lalu terkekeh.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar