Pihak Kraton Prihatin Terhadap Kasus PKL Digugat 1 Miliar

Pengacara Keraton Jogja berpendapat bahwa tuntutan Rp1 Miliar terhadap PKL tidak seharusnya terjadi.

BERITA JOGJA – Anggota Tim Hukum Kraton Jogja, Achiel Suyanto yang bergelar KRT Nitinegoro mengatakan bahwa pihak Kraton prihatin dengan permasalahan yang menimpa lima orang pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Brigjen Katamso, Gondomanan, Jogja yang digugat sebesar satu miliar rupiah oleh seorang pengusaha bernama Eka Aryawan yang memiliki surat kekancingan di lahan tempat para PKL tersebut berjualan. Keprihatinan pihak Kraton ini disampaikan saat Tim Hukum Kraton menggelar konferensi pers terkait masalah tersebut di Panitikismo, Kraton Jogja, Senin (14/9).

PKL

Dua dari lima PKL yang digugat Rp1 Miliar. (Foto: CahyoPE)

“Kami prihatin kenapa urusan sama PKL harus sampai pengadilan. Bahkan tuntutannya hingga miliaran. Itu tidak lazim. Tapi mungkin sampai PN karena tidak ada kesepakatan,” kata Achiel.

Menanggapi permasalahan gugatan kepada PKL tersebut, menurut Achiel, pihak Kraton akan meminta klarifikasi kepada Eka Aryawan. Pihak Kraton juga nantinya akan melakukan pengecekan terhadap surat kekancingan yang diterima oleh Eka Aryawan.

“Pihak Kraton juga nantinya akan meminta keterangan dari lima orang PkL yang digugat. Kraton akan mendengarkan permasalahan juga dari pihak PKL,” terang Achiel.

Achiel menambahkan bahwa bagi pihak Kraton Jogja, permasalahan gugatan terhadap PKL ini memberikan pelajaran yang berharga. Ke depannya, pihak Kraton akan lebih berhati-hati dan cermat dalam memberikan surat kekancingan penggunaan tanah Sultan Ground.

“Kedepan, Kraton jelas akan lebih berhati – hati kalau memberi kekancingan.  Terutama jika sudah ada yang memanfaatkan. Namun, yang pasti Kraton tidak mungkin memberikan dua surat kekancingan untuk satu lokasi yang sama,” pungkas Achiel.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar