Pilkada Masih Politik Uang? Wah, Mebo!

Oleh Jatu Raya,

Calon yang masih doyan politik uang sama saja melecehkan masyarakat dan mengembalikan daerah ke zaman batu.

BERITA JOGJA – Relawan adalah ujung tombak dari kampanye calon di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Namun seringkali relawan diberi cara-cara praktis yang hanya bertujuan untuk memenangkan pasangan calon. Padahal, fungsi relawan jauh lebih bermartabat ketimbang hal itu.

Demikian Yuni Satia Rahayu mewanti-wanti para relawannya di Kecamatan Berbah, Sabtu (14/11) petang kemarin. Menurut Yuni relawannya harus jauh-jauh dari politik uang dan lebih mengedepankan penjelasan program kerja kepada masyarakat di sekitar. Politik uang sendiri selain kotor juga menurutnya sudah ketinggalan zaman.

politik uang

Istimewa

“Sudah bukan zamannya lagi main uang, itu zaman batu. Mebo!. Masyarakat di Sleman sudah cerdas dan kecerdasan masyarakat kini menjadi tantangan tersendiri bagi relawan untuk menjelaskan bentuk kerja, bagamana, dan pola kerjanya,” ujarnya ketika mengarahkan para relawan.

Ia mencontohkan program Desa Mandiri. Relawan, ujarnya, tidak boleh hanya sekadar menyampaikan biasa-biasa saja namun harus mendetail. “Misalnya apa sih Desa Mandiri itu, apa kelebihannya, dampaknya akan seperti apa, bagaimana pola kerja masyarakat dan pemerintah dalam menerapkan desa mandiri, lalu bagaimana membuatnya,” tambahnya.

Hal serupa pernah disinggung pengamat politik FISIPOL UGM, Ari Sudjito. Menurut Arie, Zaman sekarang kalau ada yang masih memakai politik uang sama saja tidak menghargai keterbukaan dan melecehkan masyarakat. “Harusnya itu program dan bertemu tatap muka, bukannya main uang terus. Jalan di tempat daerah dan negara ini kalau begitu terus,” tegasnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar