Pilkada Serentak di Jogjakarta Tak Istimewa

Oleh Jatu Raya,

Tidak ada calon yang benar-benar peduli, yang hanya adalah membentuk pintu masuk membentuk kekuasaan.

BERITA JOGJA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) diprediksi masih seperti tahun-tahun sebelumnya: Membosankan. Banyaknya kampanye yang menuai kritik juga diprediksi akan kembali menurunkan partisipasi pemilih dalam Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

Dr.Arie Sudjito, pemgamat politik UGM membenarkan hal tersebut lalu menambahkan bahwa Pilkada di Jogjakarta ini hanya simpul untuk membentuk kuasa. Sebab, tiap calon hanya memanfaatkan waktu Pilkada untuk-seolah-dekat dengan rakyat.

Pilkada Elektronik

Istimewa

“Pilkada bersama di Jogjakarta ini tidak ada istimewanya. Tidak ada calon yang benar-benar peduli, yang hanya adalah membentuk pintu masuk membentuk kekuasaan,” tegas Arie ketika diskusi bersama di Gedung PWI beberapa waktu lalu.

Arie merasa hal ini sudah tidak bisa ditolerir lagi. Ia menyarankan agar Forum Masyarakat Sipil kembali dihidupkan sebagai kontorl politik dari masyarakat. “Biar masyarakat tidak dimanfaatkan dan dibohongi terus dan juga untuk menumbuhkan kembali konsolidasi dan ide-ide di masyarakat. Rakyat terlalu lama dininabobokkan,” ujarnya.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar