Pogung Sampai Kotabaru Risiko Longsor

Oleh Jatu Raya,

Tim Mitigasi Bencana Fakultas Teknik UGM memaparkan hasil survei deteksi longsor di sepanjang Sungai Code dan Winongo.

BERITA JOGJA – Tim Mitigasi Bencana Fakultas Teknik UGM memaparkan hasil survei deteksi longsor di sepanjang Sungai Code dan Winongo belum lama ini. Survei menunjukkan wilayah di sekitar Code dan Winongo memiliki risiko longsor tinggi lantaran tebing sungai memiliki lereng curam dan tersusun oleh endapan yang belum terkompaksi dengan baik.

Sungai Code (Dok. Istimewa)

Sungai Code (Dok. Istimewa)

Selain itu ancaman longsor juga disebabkan saluran pembuangan limbah rumah tangga yang kurang sesuai katena banyak dibuang langsung ke tanah dan lereng. Dr. Wahyu Wilopo, anggota peneliti membeberkan daerah yang memiliki risiko longsor meliputi Pogung-Sendowo-Blimbingsari-Gondolayu-Kotabaru.

“Wilayah Sungai Winongo meliputi daerah Tegalrejo sampai Bugisan,” katanya.

Ada sejumlah tindakan yang harus dilakukan mencegah longsor. Pertama tundakan mitigasi dengan memperkuat lereng. Misalnya dengan bronjong pada kaki tebing sungai yang berfungsi mengurangi erosi dan penahan tebing.

“Bisa juga dengan talud perbandingan kemiringannya 1:1, dengan teras minimal dua meter dan ketinggian maksimum lima meter. Lalu dilengkapi juga dengan saluran drainese dengan jarak antarlubang maksimal dua meter dengan diameter minimal dua inci,” tambahnya.

Kedua, mengontrol lubang drainese. Misalnya meletakkan lapisan ijuk pada intake saluran dalam lereng dan memperbaiki saluran rumah tangga. Pemerintah juga harus mengecek kembali saluan drainese dan jika terjadi retakan segera ditutup dengan material kedap

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar