Polda DIY Siap Amankan Pemindahan Mary Jane Jika Diminta

Oleh Kresna,

Rencana eksekusi mati Mary Jane Fiesta Veloso Warga Negara Filipina yang ditangkap karena menyelundupkan narkoba lewat Bandara Adi Sucipto Jogja masih simpang siur. Pasalnya saat ini Mary Jane sudah mengajukan PK atas putusan kasusnya di PN Sleman. Meski belum ada kepastian, namun pihak Polda Jogja mengaku sudah siap untuk melakukan pengamanan jika sewaktu-waktu diminta oleh […]

Hukuman mati

Rencana eksekusi mati Mary Jane Fiesta Veloso Warga Negara Filipina yang ditangkap karena menyelundupkan narkoba lewat Bandara Adi Sucipto Jogja masih simpang siur. Pasalnya saat ini Mary Jane sudah mengajukan PK atas putusan kasusnya di PN Sleman.

Meski belum ada kepastian, namun pihak Polda Jogja mengaku sudah siap untuk melakukan pengamanan jika sewaktu-waktu diminta oleh Kejaksaan Tinggi. Kabid Humas Polda Jogja , AKBP Anny Pujiastuti mengatakan sampai saat ini belum ada permintaan dari Kejaksaan Tinggi Yogyakarta terkait rencana pemindahan Mary Jane ke Nusa Kambangan.

“Kita belum ada permintaan, kalau sudah ada tentu kami siap menerjunkan berapa personil yang diminta, mengawal sampai tujuan,” katanya pada wartawan, Selasa (24/2).

Biasanya, lanjutnya, proses pemindahan tahanan akan dilakukan oleh satuan Brimob dengan senjata lengkap, tergantung dengan situasi dan permintaan. “Nanti tergantung permintaan seperti apa, kita siapa,” tegasnya.

Saat ini Mary Jane masih berada di Lapas Wirogunan Kota Jogja. Pada Kamis hingga Sabtu lalu, keluarga Mary Jane yaitu Cesar S Veloso Ayahnya, Culin Veloso Ibunya, Maritas Laurante Saudara Perempuannya dan Mark Daniele dan Mark Daren kedua anaknya datang mengunjungi Mary Jane.

Sebelumnya Mary Jane dituntut seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum namun kemudian divonis mati oleh Hakim PN Sleman. Mary Jane ditangkap di Bandara Adi Sucipto saat mencoba menyelundupkan heroin seberat 2,622 kilogram pada 24 April 2010.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar