istimewa

Poulet, Orang Pertama yang Berhasil Terbang di Jogja

Oleh Maya Eka,

BERITA JOGJA – Sebagai salah satu daerah yang menjadi destinasi wisata di Indonesia, bahkan nomor dua setelah Bali, tak heran jika bandara di Jogjakarta menjadi salah satu bandara tersibuk di Indonesia. Ada banyak pesawat terbang yang setiap harinya berlalu-lalang di langit Jogja. Jika kita lihat saat ini, pesawat terbang yang kita jumpai di langit Jogja, […]

BERITA JOGJA – Sebagai salah satu daerah yang menjadi destinasi wisata di Indonesia, bahkan nomor dua setelah Bali, tak heran jika bandara di Jogjakarta menjadi salah satu bandara tersibuk di Indonesia. Ada banyak pesawat terbang yang setiap harinya berlalu-lalang di langit Jogja. Jika kita lihat saat ini, pesawat terbang yang kita jumpai di langit Jogja, ketinggiannya bisa mencapai ribuan meter, bahkan bisa lebih tinggi dari awan di langit.

istimewa

istimewa

Namun jika kita kembali ke masa lalu, siapa sangka bahwa ternyata pesawat terbang pertama yang mengudara di langit Jogja hanya mampu mencapai ketinggian setinggi pohon kelapa. Hal ini terjadi sebelum Perang Dunia I (PD I) meletus. Seorang berkebangsaan Prancis datang ke Indonesia dengan membawa pesawat rakitan. Orang itu bernama Poulet. Orang Prancis ini menjadi orang pertama yang menerbangkan pesawat di Jogjakarta, biarpun hanya setinggi pohon kelapa.

Poulet membawa rakitan pesawatnya menggunakan kereta api, dia membongkar muatan di Stasiun Lempuyangan. Setelah bongkar muatan selesai, Poulet langsung membawa pesawat rakitan itu ke salah satu lapangan pacuan kuda tempo dulu, yang diberi nama Lapangan Balapan. Karena hanya di Lapangan Balapan itu satu-satunya tempat yang cukup luas untuk lepas landas.

Penerbangan pertama di langit Jogja ini tentu saja menarik banyak perhatian. Alhasil, ribuan warga berbondong-bondong datang ke Lapangan Balapan untuk menyaksikan “motor mabur” untuk pertama kalinya. Seperti yang diterangkan oleh KRT. Soemadirja, dalam tulisannya yang terbit pada tahun 1980, menjelaskan bahwa mulai dari pagi orang-orang sudah mulai memadati lapangan terbang dadakan itu. Orang-orang yang ingin menonton, dikenakan biaya 10 sen, kala itu.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar