PSKK UGM: Dogma Isu LGBT Ciptakan Homophobia

Oleh Zaenu R,

PSKK UGM mencatat hal yang sama di masyarakat tentang dogma isu LGBT yang pada akhirnya menciptkan homophobia.

BERITA JOGJA – Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM mengkritik pernyataan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek), Muhammad Nasir, tentang komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Meski sudah mengklarifikasi bahwa tidak melarang kegiatan kampus yang berkaitan dengan isu LGBT, PSKK UGM menilai klarifikasi itu masih mencerminkan rendahnya penerimaan Menristek dan negara terhadap LGBT.

LGBT (Dok.Istimewa)

LGBT (Dok.Istimewa)

Peneliti PSKK UGM, Sri Purwatiningsih mengatakan bahwa pernyataan tersebut makin meligitimasi opini publik soal LGBT. Soalnya penelitian PSKK UGM mencatat hal yang sama di masyarakat tentang dogma isu LGBT yang pada akhirnya menciptkan homophobia.

“Ironisnya lagi, anggapan melanggar norma agama sering menjadi legitimasi, khususnya kelompok agama untuk melakukan kekerasan terhadap kelompok LGBT bahkan pada mereka yang konsen terhadap isu tersebut,” jelasnya.

Adanya Peraturan Kementrian Sosial Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial yang mengklasifikasikan lesbian, gay, dan waria sebagai kelompok yang memiliki gangguan keberfungsian sosial juga berdampak buruk. Misalnya saja masih banyak tempat yang menolak golongan ini bekerja.

“Pelarangan terhadap kelompok minoritas seperti LGBT melanggar HAM. Padahal The Yogyakarta Priciples yang dideklarasikan 2007 lalu sudah menegaskan bahwa setiap manusia bebas dan setara dalam hak-hak dan martabatnya. Oleh karena itu segala bentuk pelecehan dan diskriminasi harus ditiadakan,” jelas Sri.

Dapatkan Berita Jogja Terbaik Setiap Harinya

Komentar